Tim Peneliti Polinema Gelar FGD di TPST 3R Mulyoagung Bersatu

Tim Peneliti Polinema Gelar FGD di TPST 3R Mulyoagung Bersatu
Tim Peneliti Polinema Gelar FGD di TPST 3R Mulyoagung Bersatu

SUARAGONG.COM Untuk memperkaya proses penyusunan model pengelolaan sampah kampus, tim peneliti Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R Mulyoagung Bersatu. Kegiatan ini mempertemukan tim peneliti dengan gardener serta tim pengolahan sampah yang terlibat langsung dalam aktivitas pengelolaan sampah sehari-hari.

FGD Praktik pengelolaan sampah TPST 3R Mulyoagung Bersatu

Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam memahami bagaimana pengelolaan sampah berlangsung secara nyata. Mulai dari aktivitas di sumber, pemilahan, pengumpulan, hingga proses pengolahan. Interaksi langsung dengan para pelaksana di lapangan memberikan ruang bagi tim peneliti untuk mendengarkan pengalaman, persoalan. Sekaligus kebutuhan yang dihadapi dalam menjalankan pengelolaan sampah.

Pengalaman Lapangan Jadi Sumber Informasi Penting

Bagi tim peneliti, pengalaman para gardener dan tim pengolahan sampah merupakan sumber informasi penting karena mereka bersentuhan langsung dengan persoalan sampah setiap hari. Dari pengalaman tersebut dapat diperoleh gambaran mengenai tantangan operasional yang terkadang tidak terlihat. Apabila pengelolaan sampah hanya dikaji melalui dokumen atau kebijakan.

FGD ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan. Tim peneliti dapat melihat praktik pengelolaan sampah dari perspektif pelaksana lapangan, sementara pengalaman TPST 3R Mulyoagung Bersatu menjadi bahan pembelajaran dalam merancang model pengelolaan sampah yang lebih realistis. Sehingga dapat diterapkan di lingkungan perguruan tinggi.

Pemangku Kepentingan Jadi Bagian Penting Riset

Kegiatan ini sejalan dengan pendekatan penelitian yang menempatkan pemangku kepentingan sebagai bagian penting dalam pengembangan model pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Dalam rancangan penelitian, FGD memang digunakan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting. Menemukan akar persoalan, serta memperoleh masukan mengenai komponen dan mekanisme model yang akan dikembangkan.

Dengan turun langsung ke lapangan, tim peneliti tidak hanya melihat sampah sebagai persoalan teknis, tetapi juga memahami aspek manusia, tata kelola, kebiasaan, sarana, dan mekanisme kerja yang membentuk sistem pengelolaan sampah.

Baca Juga : Transesterifikasi Jelantah Biodiesel dengan Katalis Kalsium Oksida oleh Profesor Mochammad Junus & Indra Lukmana Putra

Dari Kampus Menuju Lapangan, dari Teori Menuju Praktik

Dari kampus menuju lapangan, dari teori menuju praktik — pengalaman TPST 3R Mulyoagung Bersatu menjadi salah satu pijakan penting dalam upaya merumuskan kebijakan pengelolaan sampah Polinema yang lebih kontekstual, partisipatif, dan berkelanjutan. (Ind/aye)

Ditulis Oleh : Indra Lukmana Putra, SST., M.M.