Pemkab Jember Lobi Pertamina Jakarta Buka Jalur Alternatif Suplai BBM

Mengantisipasi kelangkaan BBM akibat gangguan lalu lintas, Pemkab Jember Lobi Pertamina Jakarta Guna Buka Jalur Alternatif
Mengantisipasi kelangkaan BBM akibat gangguan lalu lintas, Pemkab Jember Lobi Pertamina Jakarta Guna Buka Jalur Alternatif

SUARAGONG.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bergerak cepat menyiapkan langkah strategis permanen guna memperkuat ketahanan energi daerah. Mengantisipasi risiko kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat gangguan lalu lintas di jalur utama timur, Pemkab Jember secara resmi melobi jajaran pimpinan PT Pertamina (Persero) di Jakarta untuk membuka rute pengiriman BBM alternatif.

Pemkab Jember Langsung Lobi Pertamina Jakarta Buka Jalur BBM Alternatif!

Langkah lobi lintas sektor ini bertujuan melakukan diversifikasi atau pembagian rute pengiriman BBM. Agar pasokan ke SPBU dan pangkalan tidak lagi bergantung 100 persen pada satu pintu.

Putus Ketergantungan Tunggal Depo Banyuwangi dan Jalur Gumitir

Selama puluhan tahun, pasokan BBM untuk Kabupaten Jember sepenuhnya disuplai dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Banyuwangi. Ketergantungan ini dinilai sangat berisiko. Apabila jalur darat kawasan Gunung Gumitir mengalami kemacetan parah atau kendala teknis. Hal ini mengakibatkan ketahanan BBM di Jember berpotensi masuk zona kritis dalam hitungan jam.

Guna memotong kerentanan tersebut, Bupati Jember Gus Fawait mendorong agar pengiriman pasokan BBM ke Kabupaten Jember juga bisa ditopang secara paralel dari depo daerah lain. Seperti Depo Pertamina Surabaya, Malang, atau daerah lain yang terkoneksi dengan akses jalan tol. Skema distribution load sharing ini diyakini akan membuat volume stok BBM di Jember jauh lebih tangguh dan stabil.

Replikasi Kesuksesan Skema Distribusi LPG 3 KG

Gus Fawait menjelaskan bahwa strategi diversifikasi rute ini telah terbukti sukses. Terlihat saat diterapkan pada tata kelola distribusi gas LPG 3 kg di Jember beberapa bulan lalu. Saat itu, ketika terjadi kemacetan parah di wilayah tetangga, stok LPG di Jember tetap aman karena pasokan langsung dialihkan dari rute cadangan arah barat.

“Kami ingin menduplikasi kesuksesan manajemen distribusi LPG tersebut ke dalam tata kelola BBM. Koordinasi dengan Pertamina pusat di Jakarta akan kami kawal secara intensif agar persetujuan regulasi mengenai penunjukan depo penopang sekunder bagi Jember dapat segera diterbitkan. Jika opsi jalur alternatif ini sudah resmi dibuka, tidak akan ada lagi cerita penundaan pasokan tangki BBM ke SPBU hanya karena ada masalah lalu lintas di satu jalur utama,” tegas Gus Fawait. (Rio/Aye/sg)