SUARAGONG.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memberlakukan skema proteksi keselamatan dan kesehatan super ketat dalam menyambut gelaran gerak jalan tradisional Tanggul-Jember Tradisional (TAJEMTRA) 2026. Menempuh jarak sekitar 30 kilometer dari Alun-Alun Tanggul hingga Alun-Alun Jember, ajang tahunan ini diikuti oleh sebanyak 25.613 peserta.
25 RIBU PESERTA TAJEMTRA 2026 DI-COVER TIM HOMECARE & AMBULANS BERLAPIS!
Bupati Jember, Gus Fawait, hadir langsung melpas sekaligus mendampingi barisan peserta. Kehadirannya memberikan suntikan moral besar bagi masyarakat dalam merawat tradisi sejarah Jember.
Gotong Royong dan Kemanusiaan Jadi Inti Utama TAJEMTRA
Dalam amanatnya, Gus Fawait menekankan bahwa TAJEMTRA bukan sekadar kompetisi adu kecepatan fisik, melainkan simbol solidaritas sosial dan ajang merekatkan nilai-nilai kemanusiaan tanpa memandang sekat golongan.
“Kalau ada yang semaput (pingsan atau kelelahan) di jalan, kita harus saling bantu dan menolong. Jangan ditinggalkan begitu saja demi mengejar waktu. Karena Tajemtra ini filosofi utamanya adalah gotong royong dan kemanusiaan,” ujar Gus Fawait dengan tegas.
Baca Juga :Pemkab Jember Pastikan Insentif Guru Ngaji Segera Disalurkan
Layanan Kesehatan Berlapis: Mobil Ambulans dan Tim Homecare Reaksi Cepat
Menangani pergerakan massa yang mencapai puluhan ribu orang, Pemkab Jember mengerahkan fasilitas kesehatan berlapis di sepanjang rute. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Jember, Regar Jeane, S.STP., M.Si., mengonfirmasi kesiapan puluhan unit ambulans transport dan kedaruratan dari seluruh puskesmas.
Tak hanya itu, Pemkab Jember menyiagakan armada operasional khusus Homecare yang berpatroli secara dinamis untuk memberikan penanganan medis di tempat (on-site) secara cepat sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit jika terjadi situasi kritis.
Regar juga mengimbau seluruh warga Jember untuk menyambut peserta dengan ramah, menjaga kebersihan dan mematuhi lalu lintas. Serta tidak lupa memberikan dukungan moral berupa penyediaan air minum gratis secara swadaya. Diharapkan gelaran ini tidak hanya menjaga tradisi, melainkan turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat Jember. (Aye/sg)










