Massa Aliansi Malang Bergerak ke Sumberpucung Menuju Kediaman Pak Dur

Massa Aliansi Masyarakat Kabupaten Malang bergerak ke Sumberpucung Menuju Kediaman Hadi Wiyono alias Dur
FT : Massa Aliansi Masyarakat Kabupaten Malang bergerak ke Sumberpucung Menuju Kediaman Hadi Wiyono alias Dur (Aye)

SUARAGONG.COM – Aksi Aliansi Masyarakat Kabupaten Malang berlanjut hingga ke wilayah Kecamatan Sumberpucung, Selasa (15/9/2026). Sekitar pukul 11.10 WIB, massa bergerak menuju kediaman Hadi Wiyono alias Dur. Namun, langkah massa terhenti sebelum sampai ke lokasi. Aparat kepolisian menghentikan rombongan di jalan menuju kediaman Dur dengan pendekatan persuasif.

Massa Aliansi Masyarakat Kabupaten Malang bergerak ke Sumberpucung Menuju Kediaman Hadi Wiyono alias Dur

Sempat terjadi sedikit konfrontasi antara massa dan polisi. Meski begitu, massa akhirnya memilih menghormati proses hukum yang tengah ditempuh aparat terkait insiden di Kantor DPRD Kabupaten Malang pada Jumat (11/9/2026).

Koordinator aksi, Axel Kharisma, mengatakan pihaknya masih memberikan ruang kepada kepolisian untuk menjalankan proses sesuai prosedur.

“Kita masih menghargai proses yang akan ditempuh oleh aparat kepolisian. Itu bagian dari prosedur. Kita ditolak baik-baik untuk masuk ke sana, kita ditolak. Tapi apakah kita anarkis? Apakah kita arogan kepada aparat? Tidak,” ujar Axel.

Menurutnya, sikap massa saat dihentikan menjadi bentuk bahwa mereka ingin menyampaikan tuntutan dengan tetap mengedepankan adab dan etika.

Axel menegaskan, pihaknya akan menunggu langkah kepolisian sebelum menentukan tindakan selanjutnya.

“Ini pentingnya adab, etika, dan sopan santun yang kita tunjukkan. Kalau nanti apa yang disampaikan pihak kepolisian tidak dijalankan, ya mohon maaf,” tambahnya.

Polisi Sebut Bukan Penghadangan

Kabag Ops Polres Malang Kompol Aryanto Agus Subekti membantah jika tindakan aparat disebut sebagai penghadangan. Menurutnya, polisi melakukan pengamanan dan pelayanan dengan pendekatan persuasif.

“Kita tidak menghadang, kita melaksanakan pengamanan dan pelayanan dengan persuasif. Kita utamakan kepentingan bersama, baik dari pengunjuk rasa maupun warga sekitar,” kata Aryanto.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah aparat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan massa. Polisi meminta massa mempercayakan penyelesaian laporan terkait insiden DPRD kepada aparat penegak hukum.

“Dari hasil komunikasi dan koordinasi yang baik, mereka bisa memahami bahwa penyelesaiannya dipercayakan kepada kepolisian,” ujarnya.

Aryanto memastikan setiap laporan masyarakat akan diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

“Yang dijanjikan akan ditangani. Setiap laporan akan ditangani sesuai dengan prosedur yang ada,” tegasnya.

Jaga Masyarakat Sekitar dan Kamtibmas

Pengamanan di Sumberpucung dilakukan untuk menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan serta mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Sebanyak 95 personel gabungan diterjunkan Polres Malang di wilayah Sumberpucung. Sementara itu, 125 personel gabungan disiagakan di Kantor DPRD Kabupaten Malang.

Personel tersebut terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Aryanto menyebut situasi selama pengamanan berlangsung kondusif tanpa gesekan antara massa dan aparat.

“Alhamdulillah kita jelaskan dengan persuasif, dengan baik. Rekan-rekan juga memahami. Mereka juga melaksanakan aksi yang damai dan bermartabat,” pungkasnya. (Aye/sg)