SUARAGONG.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mencatat tanah longsor menjadi jenis bencana alam yang paling sering melanda kawasan Kota Batu. Dari total 115 insiden bencana yang terdata, bencana tanah longsor mendominasi dengan 49 kejadian.
Tanah Longsor Dominasi Bencana Alam di Kota Batu dengan 49 Kejadian, BPBD Minta Warga Waspada Cuaca Ekstrem
Selain longsor, cuaca ekstrem menyumbang 41 kejadian, disusul banjir sebanyak 16 kejadian, serta tiga insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BPBD Kota Batu, Suwoko, menjelaskan tingginya frekuensi bencana ini berkaitan erat dengan karakteristik topografi Kota Batu yang didominasi kawasan perbukitan dan lereng pegunungan. Dinamika cuaca ekstrem turut meningkatkan risiko bencana alam di wilayah tersebut.
Dari tiga kecamatan yang ada di Kota Batu, Kecamatan Bumiaji mencatat angka kejadian bencana tertinggi. Yakni 57 kejadian, disusul Kecamatan Batu dengan 47 kejadian. Sementara itu, Kecamatan Junrejo menjadi wilayah paling minim bencana dengan 11 kejadian, karena letak geografisnya yang relatif lebih datar.
“Bencana paling banyak memang terjadi di wilayah Bumiaji dan Batu karena kondisi topografinya cukup rentan,” ujar Suwoko, Selasa (8/9/2026).
Ia menambahkan, wilayah Bumiaji yang berada di kawasan hulu sungai dan lereng bukit membuat daerah tersebut rentan diterjang longsor, cuaca ekstrem, hingga banjir.
Ratusan Warga Terdampak, Sejumlah Infrastruktur Rusak
Rangkaian bencana yang terjadi memberikan dampak signifikan bagi warga. Tercatat sebanyak 100 warga terdampak langsung, dengan 27 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi.
Dari sisi kerusakan fisik, BPBD mencatat sejumlah dampak sebagai berikut:
- Rumah warga: 43 unit rusak, dengan rincian 16 rusak ringan, 17 rusak sedang, dan 10 rusak berat.
- Fasilitas umum: 3 fasilitas publik dan 1 fasilitas pendidikan terdampak.
- Infrastruktur jaringan: 31 titik jaringan listrik/penerangan serta 43 titik jaringan telekomunikasi mengalami gangguan.
Baca Juga :BPBD Probolinggo Gercep Tangani Luapan Kali Laweyan di Tambakrejo
Langkah Mitigasi: Bersihkan Titik Rawan, Imbau Warga Waspada
Sebagai langkah mitigasi preventif, BPBD Kota Batu telah membersihkan ratusan titik rawan penyumbatan di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.
Suwoko juga mengimbau warga, khususnya yang tinggal di kawasan lereng. Agar terus memantau peringatan dini dan tidak mengabaikan tanda-tanda alam saat terjadi hujan deras. (Aye/sg)










