Malang

Wabup Malang Tancap Gas Program Desa Cerdas Fiskal di 378 Desa

Gelar Seminar di Dau, Pemkab Malang tancap gas dorong kemandirian ekonomi desa lewat program Desa Cerdas Fiskal! 
FT : Gelar Seminar di Dau, Pemkab Malang tancap gas dorong kemandirian ekonomi desa lewat program Desa Cerdas Fiskal!  (ist)
Daftar Isi
  1. Perkuat Ekonomi Berbasis Potensi Lokal, Wabup Malang Dorong Implementasi Desa Cerdas Fiskal di 378 Desa
    1. Transformasi Pengelolaan Anggaran
    2. 18 Desa Ikuti Program, Bank Indonesia Disiapkan Beri Pelatihan
    3. Dikatakan Ekonomi di Malang Bertumbuh

Malang, Suaragong.com — Pengelolaan keuangan desa yang cerdas, transparan, dan produktif menjadi kunci utama membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus mendorong lahirnya ekosistem perekonomian desa yang kuat melalui implementasi program Desa Cerdas Fiskal agar potensi lokal di 378 desa dapat tergarap optimal.

Perkuat Ekonomi Berbasis Potensi Lokal, Wabup Malang Dorong Implementasi Desa Cerdas Fiskal di 378 Desa

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, saat membuka Seminar Pengembangan Ekosistem Perekonomian Desa dan Implementasi Desa Cerdas Fiskal. Di Hotel Rayz UMM, Kecamatan Dau, Jumat (6/11/2026) pagi.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang ini turut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, perwakilan Kanwil Bea Cukai Jatim II, jajaran Kepala Perangkat Daerah, akademisi, serta para Kepala Desa se-Kabupaten Malang.

Transformasi Pengelolaan Anggaran

Dalam sambutannya, Wabup Malang menekankan pentingnya transformasi pola pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Menurutnya, APBDes tidak boleh hanya habis untuk penyelenggaraan pemerintahan atau infrastruktur fisik semata. Tetapi harus diarahkan menggerakkan sektor ekonomi produktif dan BUMDes.

“Kabupaten Malang memiliki 378 desa dengan kekayaan potensi beragam, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, hingga pariwisata. Potensi ini perlu dipetakan dan dikembangkan secara inovatif sesuai karakteristik wilayah masing-masing,” ujar Lathifah Shohib, Jumat (6/11/2026).

18 Desa Ikuti Program, Bank Indonesia Disiapkan Beri Pelatihan

Saat ini, terdapat 18 desa yang telah terlibat aktif dalam program Desa Cerdas Fiskal. Dari jumlah tersebut, 10 desa terbaik akan dipilih untuk mengikuti tahapan presentasi pekan depan sebelum penyerahan penghargaan pada 18–19 November 2026 mendatang.

Guna memperkuat kapasitas aparatur, Bank Indonesia (BI) juga dijadwalkan memberikan paket pelatihan bagi para kepala desa terkait tata kelola fiskal dan inovasi ekonomi desa. Kepala desa yang telah lulus program ini nantinya didorong mengimbaskan ilmunya ke desa-desa lain.

Baca Juga : Gubernur Jatim & Wabup Malang Serahkan Penghargaan untuk Sanggar Tari Kabupaten Malang

Dikatakan Ekonomi di Malang Bertumbuh

Di sisi lain, Wabup mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang yang mencapai 5,92 persen. Sebagai lumbung pangan Jawa Timur, potensi hortikultura seperti cabai kini telah menembus pasar Kalimantan, sementara produk kopi Malang bahkan sukses diekspor hingga ke Italia.

Pemkab Malang berharap kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga keuangan ini tidak hanya memperkuat pencitraan (branding) produk lokal, tetapi juga membuka akses beasiswa perguruan tinggi bagi anak-anak desa berprestasi demi mencetak SDM unggul di Kabupaten Malang. (Aye/sg)

Mungkin Anda Suka