Jember, Suaragong.com – Di tengah ancaman ketidakpastian iklim global yang memicu pergeseran musim tanam. Perum Bulog Kantor Cabang Jember secara resmi memberikan jaminan bahwa ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berada dalam kondisi aman.
Serap 117 Ribu Ton Gabah Lokal, Bulog Jember Jamin Stok Beras Aman Hingga Dua Tahun Depan
Kekuatan stok pangan yang kokoh ini menjadi fondasi utama yang memungkinkan Pemkab Jember dan Bulog meluncurkan inovasi penyaluran bantuan pangan langsung ke rumah (door to door). Keamanan cadangan pangan ini merupakan hasil nyata dari strategi ofensif penyerapan hasil panen raya. Yang mana dilakukan secara konsisten oleh Bulog di tingkat petani lokal.
Berkat volume serapan gabah dari petani Jember yang sukses mencapai angka kumulatif sebesar 117.000 ton hingga pertengahan Oktober. Dengan ini pasokan beras di Jember dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga dua tahun ke depan.
Capaian serapan tersebut menjadi prestasi agraria penting mengingat wilayah pertanian Jawa Timur sempat dihadapkan pada tantangan fenomena iklim ekstrem. Yaitu El Nino dan ancaman kekeringan pada saluran irigasi. Meski dihadapkan pada anomali cuaca, Bulog menegaskan komitmennya untuk terus menyerap hasil panen petani lokal secara maksimal. Tanpa pembatasan kuota pembelian.
Perlindungan Harga Beras Untuk Petani dan Masyarakat
Langkah perlindungan harga di tingkat petani ini diambil Bulog sebagai pemenuhan fungsi stabilisator harga pangan nasional. Saat musim panen tiba dan berpotensi terjadi kejatuhan harga gabah akibat permainan spekulan, Bulog hadir membeli gabah petani sesuai regulasi Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional.
Baca Juga : Pemkab Jember Gagas Musrenbang Plus untuk Serap Aspirasi Inklusif
Pimpinan Cabang Bulog Jember, Muhammad Ade Saputra, menegaskan bahwa pintu gudang Bulog selalu terbuka lebar untuk menyerap hasil panen warga.
“Ketika harga gabah di tingkat petani terdeteksi menyentuh angka di bawah atau setara HPP, Bulog memiliki kewajiban hukum untuk tetap menyerapnya demi melindungi kesejahteraan para petani. Buktinya sangat nyata, hingga hari ini kami masih terus konsisten melakukan penyerapan di lapangan meskipun volume panen sudah tidak dalam jumlah besar,” ujar Muhammad Ade Saputra.
Dengan ketersediaan stok yang dijamin aman hingga dua tahun ke depan, Pemkab Jember memiliki ruang logistik yang aman untuk menjalankan berbagai program intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga beras di pasar-pasar tradisional. (Rio/Aye/sg)










