SUARAGONG.COM – Desa Wisata Poncokusumo, Kabupaten Malang, kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung nasional. Poncokusumo terpilih menjadi salah satu perwakilan destinasi berbasis masyarakat dalam gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Yang diinisiasi oleh Bank Indonesia di Hall A dan B, Jakarta International Convention Center (JICC), pada 20–23 Agustus 2026.
Poncokusumo Go Nasional! Desa Wisata Kebanggaan Malang Tampil di KKI 2026 JICC Jakarta!
Keikutsertaan ini menjadi momentum strategis untuk memperluas pasar promosi pariwisata Kabupaten Malang, sekaligus membuka jejaring kolaborasi lintas sektor industri kreatif.
Satu dari Enam Desa Wisata Unggulan Nasional
Kehadiran Poncokusumo dalam KKI 2026 didasari oleh rekam jejak prestasinya. Sebelumnya, Desa Wisata Poncokusumo sukses menyabet predikat sebagai Desa Wisata Terbaik se-Pulau Jawa dalam program pengembangan Dewiku yang diinisiasi Bank Indonesia pada tahun 2024.
Dalam ajang KKI 2026, Poncokusumo tampil istimewa di zona Area Jelajah Pesona Nusantara bersama lima desa wisata unggulan Indonesia lainnya. Yakni Desa Wisata Iboih (Aceh), Tanjung Binga (Bangka Belitung), Wukirsari (Yogyakarta), Taro (Bali), dan Bilebante (Nusa Tenggara Barat).
Melalui stan pameran ini, pengunjung KKI 2026 dapat mengenal langsung potensi keindahan alam di kaki Gunung Bromo, kebudayaan lokal, produk UMKM, hingga paket wisata edukasi Poncokusumo.
Baca Juga :Malang Tourism Gateway, Inisiasi untuk Sentral Informasi Pariwisata Kabupaten Malang
Dorong Sinergi UMKM dan Jejaring Bisnis
KKI 2026 mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”. Pameran ini menghadirkan lebih dari 550 UMKM offline dan 1.300 UMKM online dari seluruh pelosok Nusantara.
Bagi Pemerintah Kabupaten Malang dan pengelola desa wisata, ajang ini tidak hanya berfungsi sebagai media promosi visual, melainkan juga sarana business matching untuk menggaet investor, agen perjalanan, dan mitra strategis. Partisipasi di KKI 2026 diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian warga lokal secara berkelanjutan. (Aye/sg)










