Jember  

Direksi Baru Perumda Kahyangan Jember Pilih Sertijab Sederhana

Direksi baru Perumda Kahyangan Jember pilih sertijab sederhana tanpa prasmanan demi efisiensi anggaran dan empati terhadap buruh perkebunan.
Direksi baru Perumda Kahyangan Jember pilih sertijab sederhana tanpa prasmanan demi efisiensi anggaran dan empati terhadap buruh perkebunan.

SUARAGONG.COM – Proses restrukturisasi manajemen di lingkungan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Perkebunan Kahyangan Jember memasuki babak baru. Agenda serah terima jabatan (sertijab) direksi yang digelar pertengahan Mei 2026 menjadi sorotan karena dikemas dengan sederhana dan penuh pesan simbolis.

Restrukturisasi Perumda Kahyangan Jember: Dikemas Sederhana Saja

Tidak ada jamuan mewah, prasmanan, maupun hiburan musik dalam kegiatan tersebut. Seluruh konsumsi hanya disajikan dalam bentuk nasi kotak sederhana sebagai bentuk efisiensi anggaran sekaligus empati terhadap kondisi para buruh perkebunan yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius.

Langkah ini dilakukan beberapa hari setelah pelantikan resmi jajaran direksi baru oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, pada Kamis (13/5/2026).

Direktur Utama Perumda Perkebunan Kahyangan, Gogot Cahyo Baskoro, menegaskan bahwa perusahaan daerah yang sedang dalam masa pemulihan tidak boleh menghamburkan anggaran untuk kegiatan seremonial yang tidak mendesak.

“Kami sengaja mengemas acara ini secara sederhana. Tidak ada prasmanan maupun live music, karena kami ingin menjaga empati terhadap kondisi buruh perkebunan yang saat ini belum sepenuhnya sejahtera,” ujar Gogot.

Menurutnya, setiap rupiah yang dikeluarkan perusahaan harus memiliki nilai fungsional dan berdampak langsung pada proses pemulihan korporasi.

Struktur direksi baru Perumda Kahyangan sendiri diisi oleh tiga figur profesional. Posisi Direktur Utama dijabat Gogot Cahyo Baskoro, Direktur Umum dan Keuangan dipercayakan kepada Dima Akhyar, sedangkan Direktur Produksi dan Pemasaran diemban Nyoman Aribowo.

Dalam pidato perdananya, Gogot menegaskan bahwa dirinya tidak ingin larut dalam euforia jabatan. Ia menyadari Perumda Kahyangan menghadapi tantangan berat, mulai dari persoalan likuiditas, produktivitas kebun, hingga optimalisasi aset perusahaan.

“Saya tidak akan bangga memegang jabatan ini kalau belum bisa membawa perusahaan keluar dari krisis,” katanya.

Efisiensi Dengan Aksi

Komitmen efisiensi itu bahkan terlihat dari sikap direksi terhadap fasilitas kantor. Gogot mengungkapkan ruang kerja direksi saat ini masih minim fasilitas. Termasuk furnitur untuk menerima tamu. Namun, pihaknya memilih menggunakan dana pribadi untuk kebutuhan awal operasional agar tidak membebani keuangan perusahaan.

“Untuk kebutuhan penunjang awal, kami bertiga sepakat menggunakan dana pribadi. Ini bentuk komitmen bahwa kepentingan perusahaan harus diutamakan,” tegasnya.

Baca Juga ; Perumda Kahyangan Jember Bahas Perencanaan SDM

Keterbukaan Informasi yang Beneran Terbuka?

Ke depan, manajemen baru menyiapkan roadmap pemulihan yang berfokus pada keterbukaan informasi, diversifikasi produk, hingga pengembangan hilirisasi kopi premium dan ekowisata berbasis aset perkebunan.

Selain itu, Perumda Kahyangan juga menolak wacana pembubaran perusahaan yang sempat muncul di ruang publik. Direksi baru menegaskan fokus utama mereka adalah menyelamatkan perusahaan agar kembali sehat dan mampu meningkatkan kesejahteraan buruh secara berkelanjutan.

“Kami ingin Perumda Kahyangan bangkit menjadi perusahaan yang sehat, transparan, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat serta pekerja,” pungkas Gogot. (Aye/sg)

Direksi baru Perumda Kahyangan Jember pilih sertijab sederhana tanpa prasmanan demi efisiensi anggaran dan empati terhadap buruh perkebunan.