Disdik Kota Batu Bekali Guru PAUD-TK Keterampilan Multimedia dan Digital

Dinas Pendidikan Kota Batu menggelar pelatihan multimedia dan pembelajaran digital bagi guru PAUD dan TK se-Kota Batu
Dinas Pendidikan Kota Batu menggelar pelatihan multimedia dan pembelajaran digital bagi guru PAUD dan TK se-Kota Batu

SUARAGONG.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu melalui Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) menggelar pelatihan multimedia bagi guru PAUD dan TK se-Kota Batu. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 20-21 Mei 2026 di Batu Suki Resort tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi pendidik dalam menghadapi era digital sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan bantuan perangkat pembelajaran digital dari pemerintah pusat.

Disdik Kota Batu Bekali Guru PAUD-TK Keterampilan Multimedia untuk Pembelajaran Digital

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nur Hidayat, menegaskan bahwa peran guru dan orang tua sangat penting dalam mengawasi. Serta mengarahkan penggunaan teknologi pada anak usia dini. Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin cepat membuat anak-anak saat ini sangat akrab dengan gawai bahkan sejak usia balita.

Ia mencontohkan, banyak anak usia TK, PAUD hingga kelompok bermain yang belum lancar membaca namun sudah mampu mencari konten melalui fitur pencarian suara di berbagai platform digital.

“Artinya apa? Mereka itu dibekali IQ yang tajam. Anak-anak kita itu kan masih bersih-bersihnya. Pendidikan apa pun yang dimasukkan ke dalam otak mereka akan mudah diterima pada masa golden age. Nah, ketika Ibu-ibu salah memberikan masukan, dampaknya juga bisa salah ke depannya,” ujar Alfi saat memberikan sambutan, Kamis (21/5).

Menurut Alfi, anak usia dini merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Karena itu, seluruh elemen pendidikan harus serius mempersiapkan generasi penerus bangsa sejak sekarang jika ingin mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Kita bicara Indonesia Emas tahun 2045, tapi hari ini kita tidak mempersiapkan semuanya, ya nonsens. Hanya menjadi retorika semata. Mari kita mulai dari lingkungan terkecil dan dari diri kita sendiri untuk menjadikan Kota Batu sebagai kota pendidikan yang melesat mendunia,” tegasnya

Pelatihan multimedia ini merupakan tindak lanjut dari program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menyalurkan bantuan Program Pembelajaran Digital (PID). Berupa perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau Interactive Smart Board kepada satuan pendidikan PAUD.

Baca Juga : Wali Kota Batu Sambut Sekolah Rakyat Kota Batu

66 Lembaga Paud Kota Sudah Terima Bantuan

Tercatat sebanyak 66 dari 74 lembaga PAUD di Kota Batu telah menerima bantuan perangkat tersebut. Delapan lembaga lainnya masih menjalani proses verifikasi faktual agar seluruh PAUD di Kota Batu dapat memperoleh fasilitas yang sama.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Disdik Kota Batu, Diana Farianti, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas guru menjadi langkah penting. Agar teknologi yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam proses pembelajaran.

“Tidak cukup hanya menyediakan perangkat. Guru juga harus mampu membuat konten pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakter anak usia dini,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta yang merupakan perwakilan guru dari tiga kecamatan mendapatkan pembekalan langsung dari praktisi media televisi, media cetak, dan radio. Materi yang diberikan meliputi teknik pengambilan gambar dan video, proses editing, pengisian suara atau dubbing. Hingga penyusunan narasi edukatif yang efektif dan mudah dipahami anak-anak.

Melalui pelatihan ini, Disdik Kota Batu berharap para guru mampu menghasilkan media pembelajaran digital yang kreatif, interaktif, dan sesuai kebutuhan peserta didik. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di bidang pendidikan, sains, dan teknologi sejak usia dini.

Dengan penguatan kompetensi guru serta dukungan perangkat pembelajaran digital yang semakin merata. Kota Batu optimistis dapat mempercepat transformasi pendidikan menuju sistem pembelajaran yang lebih modern, adaptif, dan berdaya saing global. (Mf/Aye/sg)