Daftar Isi
Jawa Timur, Suaragong.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Dari prediksi atau infonya diprakirakan melanda beberapa wilayah Indonesia selama sepekan ke depan.
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Pekan Depan, Jawa Timur Masuk Status Siaga
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa peringatan dini ini merupakan langkah antisipasi agar pemerintah daerah dan masyarakat dapat bersiap diri sejak dini menghadapi potensi bencana hidrometeorologi sesuai kondisi wilayah masing-masing.
BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk periode 27–29 Oktober 2026 di sejumlah provinsi. Meliputi
- Sumatra Utara,
- Sumatra Selatan,
- Jawa Barat,
- Jawa Tengah,
- Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan;
- Jawa Timur.
Sementara itu, untuk periode 30 Oktober–2 November 2026, status siaga serupa ditetapkan untuk wilayah Kalimantan Barat.
Angin Ngajak Ribut!
Selain hujan lebat, BMKG juga mengingatkan potensi kemunculan angin kencang di beberapa wilayah Sumatra, Jawa, hingga Sulawesi Selatan.
Khusus kawasan Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, potensi hujan lebat yang disertai angin kencang diprakirakan berlangsung selama sepekan ke depan. Kondisi cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer serta munculnya sirkulasi siklonik di sekitar Laut Andaman di sebelah utara Aceh. Adapun tinggi gelombang di Selat Malaka diprediksi masih berada pada kategori rendah (0,5–1,25 meter).
Bukan Dampak Langsung Siklon Tropis Arnab
Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menegaskan bahwa cuaca ekstrem di Indonesia saat ini bukan disebabkan oleh pengaruh Siklon Tropis Arnab. Melainkan murni dipengaruhi kombinasi fenomena dinamika atmosfer seperti aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby Ekuatorial di Sumatra bagian utara.
“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keberadaan Siklon Tropis Arnab karena berdasarkan analisis terkini. Sistem tersebut tidak memberikan dampak langsung terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut di Indonesia. Namun, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah,” ungkap Guswanto di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Berdasarkan analisis per 27 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, posisi Siklon Tropis Arnab terdeteksi di Teluk Benggala (16,0° LU dan 84,8° BT), berada di luar wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta.
Sistem badai ini bergerak dengan kecepatan angin maksimum 90 knot (sekitar 166 km/jam) dan tekanan udara minimum 968 hPa. Dalam 24 jam ke depan, siklon diproyeksikan bergerak ke arah barat-barat laut menuju daratan India. Dari perkirakan melemah dalam dua hari mendatang.
Andri Ramdhani menambahkan bahwa BMKG terus mengawasi pergerakan siklon melalui pemantauan citra satelit dan pemodelan prediksi cuaca secara real-time guna memastikan informasi akurat sampai ke masyarakat. (Aye/sg)







