Lembar Kedua Rumah Budaya Ratna, Karsa Wacana: Perjalanan Kedai Kopi dan Ruang Literasi

Lembar Kedua Rumah Budaya Ratna, merayakan usianya yang genap dua tahun lewat gelaran bertajuk "Karsa Wacana"
FT : Lembar Kedua Rumah Budaya Ratna, merayakan usianya yang genap dua tahun lewat gelaran bertajuk "Karsa Wacana" (Aye)

SUARAGONG.COM – Jalan Diponegoro Nomor 3, Kecamatan Klojen, Kota Malang tampak lebih ramai dari biasanya pada Senin (24/8/2026). Rumah Budaya Ratna (RBR) merayakan usianya yang genap dua tahun lewat gelaran bertajuk “Karsa Wacana” yang berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga larut malam.

Dua Tahun, Lembaran Kedua untuk Rumah Budaya Ratna: Kedai Kopi dan Rumah Bersama Para Pembaca Sastra

Dua tahun bukanlah rentang waktu yang panjang bagi sebuah ruang budaya independent. Namun bagi RBR, kurun waktu tersebut berhasil mengubah kedai kopi dan perpustakaan kecil menjadi ruang perjumpaan lintas generasi. Tempat orang datang untuk membaca, berdiskusi, menyaksikan pertunjukan seni, hingga bersosialisasi.

Dikelola Swadaya, Jangkau 20 Ribu Pembaca

Ketua dari Rumah Budaya Ratna, Benny Ibrahim, mengungkapkan bahwa rata-rata ada 30 pengunjung yang datang ke RBR setiap harinya. Secara konservatif, angka tersebut menyentuh sekitar 900 pengunjung per bulan.

“Jika dihitung sejak awal berdiri, RBR diperkirakan sudah disambangi sekitar 20.700 pembaca. Alhamdulillah, ini adalah anugerah bagi kami untuk terus menjalankan aktivitas literasi di tengah masyarakat secara mandiri. Marwah kami adalah mengenalkan seni dan budaya kepada publik luas,” ujar Benny.

Keberhasilan RBR bertahan secara swadaya tanpa sokongan lembaga besar membuktikan bahwa ruang literasi di Malang Raya mampu tumbuh dari inisiatif konsisten berbasis komunitas.

Baca Juga : Wali Kota Malang Siapkan Pembenahan Perpustakaan Umum

Makna “Karsa Wacana” dan Bedah Karya Ratna Indraswari Ibrahim

Nama Karsa Wacana yang menjadi tema acara ini mengandung makna yang mendalam. Karsa berarti niat atau gerakan, sedangkan wacana merujuk pada tutur kata dan ajaran luhur. Karsa Wacana menjadi momen bagi kami untuk merayakan dua tahun perjalanan RBR, sekaligus mengapresiasi setiap karya, cerita, dan kolaborasi yang telah tumbuh bersama tempat ini.

Sesuai dengan ruh tempat tersebut, perayaan diisi dengan bedah novel Fokus karya sastrawan legendaris Malang, almarhumah Ratna Indraswari Ibrahim. Diskusi ini menghadirkan Guru Besar Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd., serta penyair sekaligus akademisi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya, Dr. Tengsoe Tjahjono. Acara dipandu oleh pendiri Kampoeng Boedaja Malang, Muhammad Nashir.

Perayaan HUT ke-2 Rumah Budaya Ratna ini terbuka untuk umum dan tanpa biaya masuk. Sebagai kenang-kenangan, panitia juga menyiapkan kaos edisi khusus bertema Karsa Wacana. Dengan enam ilustrasi yang merepresentasikan ikon-ikon Kota Malang: Kantor Wali Kota Malang, Candi Singosari, wisata Rumah Pelangi, bakso Malang, Gunung Bromo, dan Tugu Malang. (Aye/sg)