SUARAGONG.COM – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, resmi menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait penempatan gerbong perempuan usai insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk empati terhadap para korban dan keluarga yang terdampak tragedi tersebut.
Melalui akun Instagram resmi Kementerian PPPA, Kamis (29/4), Arifah mengakui bahwa pernyataannya sebelumnya kurang tepat. Melihat juga dalam situasi duka yang sedang menyelimuti publik.
Prioritas Utama: Keselamatan Tanpa Pandang Bulu
Menteri Arifah menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka, sesuai arahan Presiden.
Beberapa poin penting dari klarifikasi tersebut antara lain:
- Fokus Empati: Perhatian utama saat ini adalah keselamatan dan penanganan korban tanpa membedakan jenis kelamin.
- Pendampingan Korban: Kementerian PPPA memastikan kehadiran negara lewat pendampingan psikologis dan perlindungan, terutama bagi anak-anak yang kehilangan orang tua akibat tragedi ini.
- Evaluasi Sistem: Mendorong perbaikan sistem keselamatan transportasi publik agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Baca Juga : Ini Dia 3 Fakta Rel Kereta Lenyap Karena Longsor dan Banjir
Buntut Usulan “Gerbong Wanita di Tengah”
Sebelumnya, usulan ini muncul saat Menteri Arifah meninjau korban di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026). Ia sempat mengusulkan agar posisi gerbong wanita dievaluasi dari yang semula di ujung depan/belakang dipindah ke bagian tengah rangkaian kereta.
Tujuannya saat itu adalah agar distribusi penumpang lebih merata dan memberikan ruang yang lebih aman saat kondisi darurat. Namun, dalam klarifikasi terbarunya, ia menyadari bahwa keselamatan publik secara menyeluruh harus menjadi prioritas nomor satu. Dan ditegaskan ulang di atas segala kebijakan sektoral.
Selain soal kebijakan teknis, Kementerian PPPA berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan trauma bagi keluarga korban. Arifah mengajak masyarakat untuk bersama-sama memusatkan perhatian pada proses pemulihan para terdampak daripada berdebat soal teknis gerbong di masa duka ini. (Aye/sg)










