SUARAGONG.COM – Pemerintah Kabupaten Malang melalui Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Malang menggelar kegiatan strategis bertajuk Rekonsiliasi Dana Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Tahun 2025 di Cara Ballroom, Kecamatan Singosari, Selasa (12/5/2026) pagi.
Pemkab Malang Perkuat Sinergi Pajak Daerah Melalui Rekonsiliasi DBH dan Sosialisasi Opsen PKB 2025
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang ditujukan bagi desa-desa di seluruh wilayah Kabupaten Malang.
Acara dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar Anwar bersama jajaran camat dari 10 kecamatan, kepala perangkat daerah terkait, perwakilan wilayah Malang Selatan Dianatul Mustaqimah, serta bendahara desa se-Kabupaten Malang.
Dalam sambutannya, Sekda Kabupaten Malang menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah. Guna memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan hingga pemerintah desa dalam optimalisasi pendapatan daerah.
Fokus utama kegiatan diarahkan pada penguatan pemungutan 12 jenis pajak daerah di masing-masing wilayah guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Tujuan akhirnya adalah bagaimana kita bersama-sama meningkatkan capaian pajak untuk peningkatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang.” Disampaikan dalam agenda tersebut.
Pemahaman Untuk Aparatur Desa
Selain rekonsiliasi dana bagi hasil pajak dan retribusi daerah, sosialisasi mengenai opsen PKB dan BBNKB menjadi salah satu poin penting dalam kegiatan tersebut. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada aparatur desa terkait mekanisme terbaru pembagian serta tata cara pemungutan pajak kendaraan bermotor.
Pemerintah Kabupaten Malang berharap para bendahara desa dapat menjadi ujung tombak. Berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk taat membayar pajak tepat waktu.
Melalui penguatan koordinasi lintas sektor ini, Pemkab Malang optimistis target pendapatan daerah tahun 2025 dapat tercapai maksimal. Demi mendukung keberlanjutan program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (Aye/sg)










