Harga Naik? Pemkot Probolinggo Hadirkan Sembako Murah Lewat GPM

Pemkot Probolinggo Hadirkan Sembako Murah Lewat GPM
Pemkot Probolinggo Hadirkan Sembako Murah Lewat GPM

SUARAGONG.COM – Pemerintah Kota Probolinggo kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, sembako dan lain sebagainya yang kii di tengah kenaikan harga di pasaran.

Pemkot Probolinggo Gelar Gerakan Pangan Murah: Beli Sembako Dengan Harga Terjangkau

Kegiatan ini berlangsung di KOPI SIAGA (Toko Pengendali Inflasi Harga), yang berada di seberang Pasar Baru, Jalan Panglima Sudirman, Kamis (30/4/2026).

Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, turun langsung meninjau pelaksanaan program tersebut bersama jajaran pejabat di lingkungan Pemkot.

“Karena harga beberapa bahan pokok sedang naik, maka kami selenggarakan GPM ini sebagai upaya pengendalian inflasi di Kota Probolinggo,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Beberapa komoditas yang disediakan antara lain:

  • Beras SPHP 5 kg: Rp58.000
  • Gula pasir: Rp15.000/kg
  • Telur ayam: Rp24.000/kg
  • Minyak goreng Minyakita 2 liter: Rp31.000
  • Cabai rawit: Rp4.500/100 gram
  • Bawang putih: Rp24.000/kg
  • Bawang merah: Rp36.000/kg

Harga yang lebih terjangkau ini menjadi daya tarik utama bagi warga, khususnya ibu rumah tangga.

Baca Juga : Probolinggo Gaspol Dorong Ekonomi Daerah, Dorong 3 Sektor Unggulan

KOPI SIAGA Jadi Andalan Pengendali Inflasi

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Fitriawati, menjelaskan bahwa KOPI SIAGA bukan hanya digunakan saat GPM, tetapi beroperasi setiap hari sebagai toko pengendali harga.

“Toko ini buka setiap hari dan menyediakan kebutuhan pokok sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga masyarakat bisa mengakses bahan pangan dengan harga stabil,” jelasnya.

Keberadaan KOPI SIAGA menjadi solusi jangka panjang agar masyarakat tidak selalu bergantung pada operasi pasar.

Sejak pagi, warga tampak memadati lokasi untuk mendapatkan sembako dengan harga lebih murah. Salah satu warga, Dian, mengaku terbantu dengan adanya program ini.

“Saya beli minyak untuk kebutuhan di rumah. Harganya sangat beda jauh dibandingkan yang di luar, jadi sangat membantu,” ungkapnya.

Komitmen Jaga Daya Beli Masyarakat

Gerakan Pangan Murah menjadi bagian dari strategi berkelanjutan Pemkot Probolinggo dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Selain intervensi harga, pemerintah juga terus memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi bahan pangan di pasaran.

Dengan dukungan fasilitas seperti KOPI SIAGA, masyarakat kini memiliki alternatif belanja yang lebih stabil, terjangkau, dan mudah diakses.

Program ini diharapkan mampu menjadi solusi efektif dalam menjaga keseimbangan ekonomi sekaligus meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan. (DUh/Aye/sg)