UMKM Naik Kelas, Pemkab Probolinggo Jajaki Sinergi dengan BBSPJIKB Kemenperin
Share
SUARAGONG.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mulai menjajaki kerja sama strategis dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Hal ini dilakukan Pemkab Probolinggo sebagai bagian dari langkah strategis untuk mendorong UMKM Naik Kelas.
Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkab Probolinggo Jajaki Sinergi dengan BBSPJIKB Kemenperin
Audiensi dan sinergi layanan jasa industri tersebut digelar di ruang pertemuan Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (27/1/2026), sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi pengembangan industri kreatif dan batik yang terintegrasi dengan sektor pariwisata dan UMKM daerah.
Rombongan BBSPJIKB yang dipimpin Kepala BBSPJIKB Zya Labiba disambut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi, didampingi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Sugeng Wiyanto. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif sebagai wujud sinergi pusat dan daerah.
Kolaborasi Lintas OPD dan Pelaku UMKM
Audiensi ini turut dihadiri Kepala Disporapar Heri Mulyadi, Kepala Disdikdaya Hary Tjahjono, Kepala Bagian Umum Yuwanita Darman, Ketua APBBA Kabupaten Probolinggo Mahrus Ali, pengusaha UMKM Hunay Nurul Khotimah, serta jajaran DKUPP.
Keterlibatan lintas perangkat daerah dan pelaku usaha tersebut menunjukkan keseriusan Pemkab Probolinggo dalam mendorong pengembangan industri kerajinan dan batik secara terpadu, mulai dari produksi, pemasaran, promosi hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam diskusi interaktif, sejumlah pertanyaan dari pelaku UMKM dan OPD ditanggapi langsung oleh Ketua Tim Pengembangan Jasa Industri, Data dan Informasi BBSPJIKB Kemenperin, Aan Eddy Antana.
Potensi Alam dan Event Daerah Jadi Penggerak Ekonomi
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi menyampaikan bahwa daerahnya memiliki potensi sumber daya alam dan ekonomi kreatif yang lengkap, mulai kawasan pantai, pegunungan, sungai, danau, air terjun hingga Gunung Bromo.
“Potensi ini menjadi kekuatan utama mendukung visi Bupati Probolinggo dengan tagline Kabupaten Probolinggo. Sebagai gerbang wisata Jawa Timur,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan pariwisata terus didorong melalui berbagai event daerah yang melibatkan UMKM. Termasuk promosi batik khas Kabupaten Probolinggo sebagai identitas lokal.
“Dalam satu tahun harus ada banyak event agar perputaran ekonomi berjalan dan UMKM tumbuh. Kami juga mendorong program bela beli produk UMKM,” tegas Sjaiful.
Menurutnya, sinergi dengan BBSPJIKB menjadi peluang strategis karena lembaga tersebut memiliki kewenangan dan sumber daya dalam penguatan industri kerajinan dan batik.
“Ini momentum yang tepat untuk kolaborasi menghasilkan program produktif yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
BBSPJIKB Siap Dampingi UMKM hingga Go Nasional
Sementara itu, Kepala BBSPJIKB Kemenperin RI Zya Labiba menyatakan kesiapan pihaknya mendukung penguatan industri kerajinan dan batik di Kabupaten Probolinggo.
Ia menjelaskan BBSPJIKB menyediakan layanan standardisasi, sertifikasi, pengujian, hingga pelatihan teknis bagi pelaku usaha. Mulai dari sertifikasi SNI, halal, industri hijau, hingga peningkatan kompetensi UMKM.
“Kami siap mendampingi pelaku usaha dan generasi muda agar produk memiliki mutu, identitas, dan daya saing nasional hingga global,” katanya.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal terwujudnya kerja sama konkret antara Pemkab Probolinggo dan BBSPJIKB Kemenperin. Sekaligus memperkuat industri kreatif daerah sebagai sektor unggulan yang menopang ekonomi dan identitas budaya lokal. (Duh/Aye/sg)

