Khofifah Terima Dubes Uzbekistan, Jajaki Kerja Sama Wisata Religi
Share
SUARAGONG.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan penting dari perwakilan Uzbekistan di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (4/4/2026) malam. Delegasi yang hadir antara lain Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov, Gubernur Samarkand Adiz Boboev, serta Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov.
Khofifah Terima Dubes Uzbekistan, Jajaki Kerja Sama Wisata Religi Jatim–Samarkand
Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan diplomatik biasa. Ada misi besar di baliknya: memperkuat hubungan bilateral antara Jawa Timur dan Uzbekistan, khususnya di sektor budaya dan wisata religi.
Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur dan Samarkand punya hubungan yang nggak bisa dipandang sebelah mata.
Keduanya terhubung lewat sejarah panjang penyebaran Islam, terutama melalui tokoh-tokoh ulama besar.
Ia juga menyebut, delegasi Uzbekistan datang dengan tim yang lengkap, mulai dari unsur pemerintahan, imam Masjid Imam Bukhari, hingga akademisi.
Sebagai bentuk penyambutan, Pemprov Jatim juga menghadirkan para alim ulama dari berbagai pondok pesantren.
“Ini jadi ruang dialog keilmuan sekaligus memperkuat hubungan spiritual antara kedua wilayah,” ujar Khofifah.
Jejak Wali Songo Jadi Jembatan Kolaborasi
Khofifah menjelaskan, hubungan historis ini bisa ditelusuri dari tokoh-tokoh penting dalam penyebaran Islam di Nusantara.
Sunan Giri diketahui merupakan putra Maulana Ishaq yang diyakini berasal dari wilayah Samarkand. Sementara itu, Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik juga memiliki keterkaitan dengan kawasan tersebut.
Fakta ini jadi dasar kuat untuk mengembangkan wisata religi lintas negara.
“Ini berarti ada potensi destinasi baru bagi masyarakat Jawa Timur untuk berziarah, termasuk ke makam Imam Bukhari,” jelasnya.
Wisata Religi dan Travel Agent Ikut Dilibatkan
Nggak cuma bicara sejarah, Pemprov Jatim juga mulai bergerak ke langkah konkret.
Sejumlah travel agent dari Jawa Timur turut dilibatkan dalam pertemuan ini untuk menjajaki peluang kerja sama wisata religi dengan Samarkand.
Harapannya, kolaborasi ini bisa membuka paket wisata baru yang menghubungkan dua wilayah dengan latar belakang spiritual yang sama.
Peluang Direct Flight Jadi Kunci
Salah satu poin penting yang dibahas adalah rencana pembukaan penerbangan langsung (direct flight) dari Indonesia menuju Samarkand atau Tashkent.
Menurut Khofifah, konektivitas ini bakal jadi game changer dalam memperkuat hubungan kedua daerah.
“Kalau ada penerbangan langsung, peluang kunjungan wisata religi tentu akan semakin besar,” katanya.
Apalagi, Jawa Timur memiliki banyak komunitas tarekat seperti Qodiriyah wa Naqsyabandiyah yang punya keterkaitan dengan wilayah Asia Tengah.
Baca Juga :Jawa Timur Park Group Menuju Seperempat Abad Berkarya
Samarkand Undang Warga Jatim Berkunjung
Sementara itu, Gubernur Samarkand Adiz Boboev menyambut baik peluang kerja sama ini.
Ia berharap kunjungan ini jadi awal hubungan yang lebih luas, tidak hanya di bidang budaya dan religi, tapi juga ekonomi dan pariwisata.
“Kami ingin mengembangkan hubungan ekonomi, turisme, dan kesejahteraan bersama Jawa Timur,” ujarnya.
Bahkan, ia mengaku sengaja datang ke Jawa Timur lebih dulu sebelum ke Jakarta untuk berziarah ke makam Maulana Malik Ibrahim.
Langkah Awal Menuju Kolaborasi Lebih Besar
Di akhir pertemuan, Khofifah menekankan pentingnya tindak lanjut konkret agar kerja sama ini nggak berhenti di wacana.
Ia berharap, hubungan antara Jawa Timur dan Samarkand bisa memberikan manfaat nyata bagi kedua wilayah.
“Semoga kunjungan ini membawa hasil maksimal dan membuka peluang baru yang saling menguntungkan,” pungkasnya. (Wahyu/Aye/sg)

