SUARAGONG.COM – Guys, ada kabar segar nih buat warga Kabupaten Malang, terutama para Gen Z yang anti ribet dan ogah antre panjang! Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang lagi serius banget menggarap skema digitalisasi sarana dan prasarana pembayaran pajak daerah. Warga Malang, Era bayar pajak dengan gaya jadul yang menghabiskan waktu dan tenaga, sekarang pelan-pelan mulai digantikan dengan sistem yang jauh lebih smooth, cepat, dan bisa dijangkau dari mana saja yaitu QRIS!
Bayar Pajak Makin Santuy: Pemkab Malang Geber Digitalisasi QRIS hingga Layanan Jemput Bola
Lewat agenda apel yang digelar hari ini, Pemkab Malang menekankan pentingnya inovasi ini demi kenyamanan pelayanan masyarakat sekaligus menggenjot target pendapatan daerah tahun 2026.
Menariknya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar Anwar, M.Si., ikut membeberkan strategi taktis Pemkab untuk mempermudah warga yang tinggal jauh di pelosok daerah. Yuk, kita spill poin-poin penting seputar kemudahan bayar pajak di Kabupaten Malang:
Digitalisasi QRIS & Berbagai Platform Digital
Salah satu program unggulan yang siap memudahkan warga adalah perluasan opsi pembayaran. Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Pak Made, secara langsung mendemokan kemudahan pembayaran pajak menggunakan QRIS. Dr. Ir. Budiar Anwar menegaskan bahwa pengenalan teknologi QRIS ini bertujuan agar pelayanan menjadi jauh lebih baik, tidak lama, dan sama sekali tidak ribet buat masyarakat.

Gak cuma itu, pihak Pemkab Malang saat ini juga tengah menggarap skema pembukaan berbagai platform populer lainnya. Ke depannya, urusan bayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) maupun Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) bakal makin gampang lewat:
- Aplikasi e-commerce favorit kamu.
- Berbagai aplikasi dompet digital.
- Jaringan minimarket terdekat seperti Alfamart dan Indomaret.
Warga Pelosok Gak Usah Bingung, Ada Aplikasi Khusus & Layanan Jemput Bola!
Nah, buat kamu yang tinggal di wilayah yang jauh dari pusat kota, jangan khawatir gak kebagian fasilitas keren ini. Sekda Kabupaten Malang memastikan bahwa seluruh masyarakat di wilayah utara maupun selatan. Termasuk daerah terpencil—bisa melakoni pembayaran dengan sangat mudah.
Pemkab Malang sudah menyiapkan ekosistem pelayanan terpadu seperti:
- Aplikasi Khusus: Memaksimalkan penggunaan aplikasi seperti Jempol Maseh, Bapak Desa, dan platform digital lainnya.
- Mobil Layanan Keliling: Ada armada mobil pelayanan yang siap bergerak mobile langsung masuk ke desa-desa setiap harinya untuk menjemput bola. Serta memudahkan warga yang terkendala jarak.
Baca Juga : Pemkab Malang Perkuat Pajak Daerah Lewat Rekonsiliasi DBH dan Opsen PKB
Genjot PAD & Dana Opsen demi Pembangunan Daerah
Bukan tanpa alasan layanan ini digeber habis-habisan. Pajak daerah adalah pondasi paling krusial untuk mendanai berbagai pembangunan fasilitas publik di Kabupaten Malang. Pemkab Malang sangat mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah memberikan dana opsen (option) bernilai cukup besar pada tahun 2025 lalu.
Dengan pelayanan yang makin gampang diakses hingga ke tingkat desa, Dr. Ir. Budiar Anwar optimis hal ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk taat pajak. Yang otomatis bakal mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menambah raihan dana opsen Kabupaten Malang ke depannya.
Baca Juga : Pendapatan Pajak Daerah Kota Malang 2025 Lampaui Target
Gandeng dan Kolaborasi
Munculnya berbagai kemudahan cara bayar ini tentu disambut hangat oleh masyarakat luas. Harapan ke depannya, digitalisasi tidak hanya berhenti pada sistem aplikasinya saja, melainkan juga diikuti oleh lahirnya kebijakan-kebijakan tarif pajak yang bersahabat dan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat secara langsung.
Selain mengoptimalkan QRIS Dr. Made Arya Wedanthara, S.H., M.Si. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang mengatakan Pemkab saat ini tengah mematangkan skema kerja sama dengan berbagai platform digital terkemuka.

Kedepannya, wajib pajak di Kabupaten Malang dapat melunasi kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Melalui aplikasi e-commerce, dompet digital, hingga jaringan retail modern seperti Alfamart dan Indomaret.
“Contoh Jasaraharja, itu bisa gandeng minta diskon. Ke E-commerce, Indomaret, minta diskon ke Alfamart, ini sedang saya koordinasikan dengan teman-teman. Membayar Pajak nanti saya kasih dengan nilainya 50 ribu ya, saya kasih 4 atau 5 Super Mi, nanti dia bayarnya 100 ribu, mungkin saya dapat voucher” Ujarnya.
So, buat Arek-Arek Kabupaten Malang yang di kota maupun di pelosok desa, sekarang udah gak ada alasan mager lagi buat taat pajak, Tinggal scan QRIS. Semoga Ga cuman cara bayarnya yang dibantu, tapi dapet income-nya juga lewat kebijakan publik yang berdampak bagi masyarakat. (ADV/Aye/sg)










