SUARAGONG.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan menggandeng sejumlah perguruan tinggi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Senin (20/4/2026).
BPS Probolinggo Gandeng Kampus Perkuat Ekosistem Data
Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Jabung 3 Kantor Bupati Probolinggo ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pemanfaatan data secara optimal di lingkungan akademik sekaligus memperkuat ekosistem statistik daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin, Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti, para rektor perguruan tinggi, serta koordinator Pojok Statistik dari berbagai kampus.
Sejumlah Kampus Terlibat dalam Kolaborasi
Adapun perguruan tinggi yang terlibat di antaranya Universitas Nurul Jadid, Universitas Panca Marga, Universitas Islam Zainul Hasan Genggong, Universitas Hafshawaty Zainul Hasan, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Zainul Hasan, serta Institut Badri Masduqi.
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Kepala BPS bersama para pimpinan perguruan tinggi, sementara PKS ditandatangani oleh Ketua Tim PLS BPS dan Koordinator Pojok Statistik, disaksikan oleh Diskominfo.
12 Mahasiswa Dikukuhkan Jadi Agen Statistik
Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan Agen Statistik Angkatan IV tahun 2026. Sebanyak 12 mahasiswa dari berbagai kampus resmi dikukuhkan sebagai agen statistik.
Mereka diharapkan menjadi penghubung antara BPS dan civitas akademika, sekaligus mempercepat penyebaran informasi dan meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap pentingnya data.
Kepala BPS Kabupaten Probolinggo, Lilik Hariyanti, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata yang telah direncanakan sejak lama.
“Alhamdulillah, rencana yang kami susun sejak akhir tahun lalu akhirnya bisa terwujud. Ini berkat dukungan berbagai pihak,” ujarnya.
Pojok Statistik Harus Aktif dan Berkelanjutan
Lilik menegaskan bahwa keberadaan Pojok Statistik di kampus tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Implementasi nyata dan berkelanjutan menjadi kunci agar manfaatnya dapat dirasakan luas.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan pada ketersediaan data, melainkan pada literasi masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan data.
“Data itu selalu tersedia, tetapi literasi datanya yang masih perlu kita tingkatkan,” tegasnya.
Baca Juga : Kampus UB Segera Dibangun di Kepanjen
Mahasiswa Dilibatkan dalam Sensus dan Desa Cantik
Ke depan, mahasiswa agen statistik akan dilibatkan langsung dalam berbagai kegiatan lapangan, termasuk Sensus Ekonomi yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026.
Tak hanya itu, mereka juga akan terlibat dalam program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) serta mendukung penyediaan data untuk penyusunan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Diskominfo Dorong Integrasi Data dan Satu Data Indonesia
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo, Hudan Syarifuddin, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem data yang terintegrasi dan berkualitas.
Menurutnya, Diskominfo berperan sebagai wali data yang mengoordinasikan pengelolaan hingga distribusi data dalam sistem pemerintahan berbasis data.
“BPS adalah mitra utama kami dalam hal metodologi statistik. Sinergi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas data sektoral,” jelasnya.
Hudan juga menyatakan komitmen untuk membuka akses data bagi kalangan akademisi, khususnya mahasiswa, guna mendukung riset berbasis data. Dengan tetap memperhatikan prosedur untuk data tertentu.
Menuju Pembangunan Berbasis Data yang Lebih Akurat
Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong transformasi pembangunan berbasis data di Kabupaten Probolinggo. Dengan data yang lebih akurat dan terintegrasi, kebijakan yang dihasilkan diharapkan semakin tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Ke depan, integrasi data berbasis geospasial juga akan diperkuat sebagai bagian dari implementasi program Satu Data Indonesia.
Kerja sama antara BPS dan perguruan tinggi ini dinilai sebagai investasi jangka panjang. Dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta daya saing daerah. (Duh/Aye/sg)










