Operasi Pasar LPG 3 Kg di Jember Diserbu Warga

Upaya menekan kelangkaan dan lonjakan harga LPG 3 kilogram (gas melon) dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember
Upaya menekan kelangkaan dan lonjakan harga LPG 3 kilogram (gas melon) dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember

SUARAGONG.COM – Upaya menekan kelangkaan dan lonjakan harga LPG 3 kilogram (gas melon) dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember bersama PT Pertamina (Persero) melalui operasi pasar murah di tiga kecamatan, yakni Jombang, Kencong, dan Gumukmas.

Antrean Panjang Warnai Operasi Pasar LPG 3 Kg di Tiga Kecamatan Jember

Dalam kegiatan tersebut, LPG 3 kg dijual seharga Rp18.000 per tabung, lebih rendah dibandingkan harga di pasaran yang kerap melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Program ini menyasar masyarakat kurang mampu, pelaku usaha mikro, nelayan, hingga petani.

Antrean Warga Mengular Sejak Pagi

Pelaksanaan operasi pasar dipusatkan di kantor kecamatan masing-masing. Untuk memastikan distribusi tepat sasaran, warga diwajibkan membawa KTP atau Kartu Keluarga sebagai bagian dari sistem pencatatan digital di pangkalan resmi.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Sejak pagi hari, ratusan warga rela mengantre demi mendapatkan gas bersubsidi dengan harga terjangkau.

Salah satu warga, Aminah (45), asal Dusun Kamaran, Kecamatan Kencong, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.

“Saya sangat berterima kasih. Beberapa waktu terakhir gas sangat sulit didapatkan. Mau beli mahal pun susah, apalagi ini bisa dapat lebih murah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rodiyah (40), warga Desa Wonorejo, yang merasa lega bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga untuk beberapa hari ke depan.

“Alhamdulillah, paling tidak untuk beberapa hari ke depan kami tidak bingung lagi,” katanya.

Kuota Terbatas, Satu KK Satu Tabung

Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar 80 persen warga berharap kegiatan operasi pasar ini dapat digelar secara rutin. Mereka juga berharap distribusi LPG dapat kembali normal dan harga stabil di tingkat pengecer.

PJ Kepala Desa Kencong, Thomas Heru Indra, menjelaskan bahwa operasi pasar ini merupakan respons cepat atas keluhan masyarakat terkait kelangkaan LPG 3 kg.

Ia menyebutkan, untuk Kecamatan Kencong disediakan kuota sebanyak 300 tabung yang dibagi ke lima desa, masing-masing desa mendapatkan 60 tabung yang kemudian didistribusikan hingga tingkat RT/RW.

“Untuk hari ini ada tiga kecamatan yang melakukan operasi pasar, yaitu Jombang, Kencong, dan Gumukmas. Agar warga tidak panik buying, setiap kepala keluarga hanya bisa membeli satu tabung,” jelasnya.

Peringatan Tegas untuk Pangkalan Nakal

Terkait adanya dugaan pangkalan yang menjual LPG di atas HET, pihak pemerintah memberikan peringatan tegas. Jika masih ditemukan pelanggaran, sanksi hingga pemutusan hubungan kerja akan diberlakukan.

Heru mengimbau seluruh pangkalan untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi menjaga stabilitas harga dan distribusi LPG di masyarakat.

Baca Juga ; Pemkab Jember Perkuat Infrastruktur Sambut Arus Balik Lebaran 2026

Harapan Distribusi Kembali Normal

Melalui intervensi pemerintah dan Pertamina ini, masyarakat berharap ketersediaan LPG 3 kg di pasaran dapat kembali normal. Sehingga tidak lagi memicu lonjakan harga.

Operasi pasar ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek sekaligus langkah awal dalam menata distribusi LPG bersubsidi agar lebih tepat sasaran di masa mendatang. (Adv/Rio/Aye)