Rumah Aspirasi PKB Batu Banjir Curhatan Warga: PKL Patimura Temukan Titik Terang

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Batu terus menjaring persoalan masyarakat melalui program Rumah Aspirasi Wong mBatu
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Batu terus menjaring persoalan masyarakat melalui program Rumah Aspirasi Wong mBatu

SUARAGONG.COM – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Batu terus menjaring persoalan masyarakat melalui program Rumah Aspirasi Wong mBatu yang digelar rutin setiap Jumat di Kantor DPC PKB Kota Batu, Jalan Samadi, Jumat (15/5/2026).

Fraksi PKB Batu Tampung Keluhan Warga dan Carikan Solusi Masalah PKL hingga Infrastruktur

Dalam pertemuan pekan kedua tersebut, tercatat sedikitnya lima pengaduan dan permohonan disampaikan langsung warga kepada anggota dewan. Berbagai persoalan yang disampaikan didominasi masalah infrastruktur, pengembangan ekonomi masyarakat, hingga legalitas kelompok kesenian lokal.

Ketua DPRD Kota Batu sekaligus Bendahara DPC PKB Kota Batu, HM Didik Subianto mengatakan, program Rumah Aspirasi Wong mBatu menjadi jembatan komunikasi langsung antara masyarakat dan wakil rakyat agar persoalan yang terjadi di lapangan dapat segera dicarikan solusi.

Isu Panas Terkait Relokasi PKL Simpang Empat Patih

Salah satu isu yang paling banyak dibahas adalah rencana relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Simpang Empat Patih.

“Alhamdulillah, warga di Simpang Empat Patih pada dasarnya sangat mendukung program pemerintah menuju MBatu Sae. Mereka sepakat untuk direlokasi, asalkan dicarikan tempat permanen yang layak untuk menyambung hidup,” ujar HM Didik Subianto.

Pria yang akrab disapa Kaji Bianto itu menjelaskan, Fraksi PKB saat ini terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Batu melalui sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Mulai Diskumdag, DLH hingga bagian aset untuk mencarikan solusi relokasi bagi para pedagang.

Menurutnya, beberapa alternatif lokasi juga telah diusulkan oleh para pedagang agar aktivitas ekonomi mereka tetap berjalan.

“Ada usulan tempat di lahan tandon air PDAM serta di lahan milik Polres Batu yang berada di belakang SPPG Patih. Ini akan terus kami komunikasikan agar nasib ekonomi warga tetap terjaga,” imbuhnya.

Petakan Beragam Kebutuhan Masyarakat

Sementara itu, Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Batu, Dewi Kartika menambahkan, rumah aspirasi tersebut tidak hanya menjadi tempat menerima laporan masyarakat. Namun juga menjadi ruang untuk memetakan tingkat urgensi persoalan yang masuk.

“Ada yang bisa langsung kita beri solusi, ada yang perlu dikoordinasikan dengan stakeholder terkait, dan ada pula yang kami catat untuk diperjuangkan dalam rapat kedewanan,” jelas Dewi Kartika.

Ia juga menyinggung persoalan relokasi PKL di kawasan Patih yang sebelumnya sempat menimbulkan miskomunikasi terkait sosialisasi. Namun menurutnya, persoalan tersebut kini mulai menemukan titik terang.

“Terkait PKL Patimura, sempat ada miskomunikasi soal sosialisasi, namun hari ini sudah klir. Yang terpenting bagi pedagang adalah kepastian tempat untuk melanjutkan usaha,” paparnya.

Program Rumah Aspirasi Wong mBatu sendiri diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan sosial maupun pembangunan di Kota Batu melalui keterlibatan aktif masyarakat secara langsung.

Program tersebut dilaksanakan setiap Jumat pukul 09.00 hingga 11.00 WIB di Kantor DPC PKB Kota Batu, Jalan Samadi. Dalam forum itu, masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan publik mulai dari infrastruktur, persoalan PKL, ekonomi kemasyarakatan hingga persoalan sosial lainnya. (mf/Aye/sg)