SUARAGONG.COM – Guys, panggung seleksi Paskibraka Nasional 2026 lagi diguncang drama super tegang yang bikin netizen se-Indonesia ikutan naik pitam! Nama siswi berprestasi asal Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana, mendadak jadi pusat perhatian setelah dirinya secara mengejutkan tersingkir di Seleksi paskibraka tingkat provinsi. Padahal, siswi SMAS Cerdas Bangsa ini dikabarkan mengantongi nilai sempurna sepanjang proses tes.
Kisruh PASKIBRAKA SULSEL: Nilai Sempurna Cathlyn Yvaine Terhempas Isu Rasisme & Diganti Siswi Lain
Suasana makin memanas dan menegangkan karena posisi Cathlyn sebagai perwakilan Sulawesi Selatan justru digantikan oleh peserta lain. Ditambah lagi, lini masa media sosial langsung diwarnai isu sensitif, mulai dari dugaan ‘peserta titipan’ hingga tuduhan rasisme karena Cathlyn merupakan siswi keturunan etnis Tionghoa.
Melihat situasi yang makin simpang siur dan memicu konflik, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat langsung turun tangan memberikan klarifikasi resmi. Yuk, kita bedah ketegangan di balik layar seleksi ini:
Pembelaan BPIP Pusat: Seleksi Kolektif & Jamin Profesional
Merespons tuduhan kecurangan dan diskriminasi yang telanjur viral, Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi, langsung pasang badan. Pihaknya menegaskan bahwa proses seleksi di Sulawesi Selatan berjalan objektif dan sesuai mekanisme nasional yang berlaku.
BPIP membeberkan benteng pertahanan sistem mereka untuk menepis isu miring tersebut:
- Bukan Keputusan Satu Orang: Fuad meluruskan bahwa penentuan tiket menuju Istana Negara tidak ditentukan oleh satu individu atau lembaga daerah saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur.
- Keterlibatan Elit Pusat: Proses penilaian akhir ini melibatkan pengawasan super ketat langsung dari BPIP, DPPI Pusat, hingga Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres).
Baca Juga : Dugaan Ketidakadilan LCC 4 Pilar MPR RI Tengah Disorot KPAI
Plot Twist: Nilai Tinggi di Atas Kertas Saja Gak Cukup!
Bagi kamu yang heran kenapa pemilik nilai sempurna bisa sampai terhempas oleh siswi lain, BPIP punya penjelasan yang cukup menohok. Fuad Lutfi menjelaskan bahwa Paskibraka bukan ajang kompetisi akademik biasa yang cuma melihat satu indikator tes semata.
“Paskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,” tegas Fuad.
Ada banyak komponen berlapis yang diakumulasikan secara ketat, mulai dari aspek kesehatan, kesamaptaan, keterampilan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kekuatan mental dan kedisiplinan peserta.
Baca Juga : Viral! Kontribusi Tasya Kamila LPDP Jadi Sorotan
Ketegangan Berlanjut: Menanti Babak Baru di DPRD Sulsel
Meskipun BPIP Pusat sudah mengirimkan sinyal bahwa sistem mereka bersih dari intervensi, ketegangan dipastikan belum usai, guys! Pendamping DPPI Makassar sudah resmi melaporkan panitia daerah atas dugaan kejanggalan dalam pemeringkatan hasil penjaringan tersebut.
Drama ini bakal memasuki babak paling menegangkan pada Selasa, 2 Juni 2026 lewat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sulsel. Di sana, semua data penilaian orisinal bakal dibuka secara transparan di depan publik.
Nah, melihat fakta bahwa nilai sempurna Cathlyn harus terhempas oleh penilaian aspek lain, gimana tanggapan kamu, guys? Apakah kamu tim yang setuju dengan standard komplit BPIP, atau merasa ada yang perlu diusut tuntas? Komen di bawah! (Aye/sg)










