Peluang Usaha Baru, Budidaya Puyuh Jadi Andalan Pemkot Probolinggo

Budidaya Puyuh Jadi Andalan Pemkot Probolinggo
Budidaya Puyuh Jadi Andalan Pemkot Probolinggo

SUARAGONG.COM – Pemerintah Kota Probolinggo resmi meluncurkan program budidaya burung puyuh sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan Ekonomi. Program ini diawali dengan pelatihan teknis dan penyerahan bantuan yang digelar di Kecamatan Kedopok, Rabu (29/4/2026).

Dorong Ekonomi : Budidaya Puyuh Jadi Andalan Pemkot Probolinggo

Program ini menjadi upaya konkret pemerintah dalam membuka peluang usaha baru berbasis peternakan skala rumah tangga. Selain bantuan fisik, peserta juga dibekali pengetahuan terkait manajemen budidaya agar usaha dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber ahli nutrisi ternak, Osfar Sofjan, yang memberikan materi teknis kepada peserta mengenai pola pemeliharaan dan pemberian pakan yang tepat.

Kepala DKP3 Kota Probolinggo, Fitriawati, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat dalam beternak.

“Program ini bertujuan memberikan alternatif sumber pendapatan, memperkuat komunikasi dengan peternak, serta mengurangi pengangguran dan kemiskinan,” ujarnya.

Sebanyak 34 peserta mengikuti pelatihan, dengan 17 orang ditetapkan sebagai penerima bantuan utama. Mereka mendapatkan paket lengkap berupa kandang, 1.000 ekor puyuh siap telur, serta pakan konsentrat.

Pemerintah sengaja meningkatkan jumlah bantuan agar hasil yang diperoleh lebih signifikan. Dari rencana awal 200–500 ekor, jumlah bantuan ditingkatkan menjadi 1.000 ekor per penerima.

Dengan jumlah tersebut, produksi telur puyuh diharapkan lebih optimal sehingga pendapatan warga bisa meningkat lebih cepat.

Pilot Project Pengentasan Kemiskinan

Program ini merupakan inisiatif langsung Aminuddin dan ditetapkan sebagai proyek percontohan di Kecamatan Kedopok. Jika berhasil, program akan diperluas ke wilayah lain di Kota Probolinggo.

“Ini adalah pilot project yang akan kita pantau serius. Jika berhasil, bisa menjadi model pengentasan kemiskinan,” ujar Aminuddin.

Program ini menyasar masyarakat kategori desil 1 dan 2, dengan harapan mampu menciptakan sumber penghasilan baru yang stabil.

Baca Juga : Probolinggo Gaspol Dorong Ekonomi Daerah, Dorong 3 Sektor Unggulan

Potensi Usaha yang Menjanjikan

Secara ekonomi, budidaya puyuh memiliki prospek yang cukup baik. Harga telur puyuh berkisar Rp26.000 per kilogram, dengan potensi produksi hingga 4.500 kilogram per tahun.

Dari perhitungan tersebut, usaha ini diproyeksikan mampu menghasilkan laba bersih sekitar Rp2 juta per bulan. Selain itu, puyuh yang diberikan sudah berusia 40 hari, sehingga dalam waktu dua minggu sudah mulai bertelur.

Program ini mendapat sambutan positif dari warga. Salah satunya, Fadilah Arif Efendi, penerima bantuan dari Kelurahan Jrebeng Wetan, mengaku optimistis menjalankan usaha ini.

Menurutnya, budidaya puyuh tidak terlalu sulit, namun membutuhkan ketelatenan dalam menjaga pakan dan air.

“Yang penting pakan dan air selalu tersedia, itu kunci utama,” ujarnya.

Antusiasme warga menjadi modal penting keberhasilan program ini. Dengan pendampingan berkelanjutan, diharapkan usaha yang dijalankan dapat berkembang dan berkontribusi pada penguatan ekonomi keluarga. (Aye/sg)