SUARAGONG.COM – Kasus pengeroyokan dan perusakan di Pantai Wediawu, Tirtoyudo, Kabupaten Malang, memasuki babak baru yang mengejutkan. Polisi menemukan fakta bahwa puluhan wisatawan asal Surabaya yang menjadi korban insiden Pantai Wediawu ternyata terindikasi positif narkotika!
Hasil Tes Urine: 31 Wisatawan Surabaya di Pantai Wediawu Positif Narkoba!
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, mengonfirmasi bahwa dari total 69 orang yang diperiksa, hampir separuhnya (31 orang) dinyatakan positif menggunakan zat terlarang.
- 21 orang: Positif Ganja.
- 6 orang: Positif Sabu.
- 4 orang: Positif keduanya (Ganja & Sabu).
Pemicu Amukan Warga: Nyanyian “Chant” Kebencian?
Dari informasi media sosial, pesan berantai hingga kepolisian, bisa dijelaskan bahwa rombongan asal Surabaya ini diduga memancing kemarahan warga lokal karena menyanyikan chant atau lagu yang bernada menghina kelompok suporter Aremania dan klub Arema FC. Meski begitu, pihak kepolisian masih mendalami validitas informasi ini melalui penyelidikan lebih lanjut.
Nasib yang Negatif vs Yang Positif
Pihak kepolisian melakukan pemilahan terhadap rombongan tersebut:
- 38 Orang Negatif: Sudah dipulangkan ke Surabaya menggunakan fasilitas bus dari BPBD Kota Surabaya.
- 31 Orang Positif: Saat ini ditangani Satresnarkoba Polres Malang dan akan berkoordinasi dengan BNN Kabupaten Malang untuk proses assessment serta kemungkinan rehabilitasi.
Meski ditemukan indikasi narkoba pada para wisatawan, AKBP Taat menegaskan bahwa kasus utama. Antaranya yaitu pengeroyokan dan perusakan yang terjadi pada Senin (4/5/2026)—tetap diproses.
Di mana sebelumnya rombongan wisatawan asal Surabaya menjadi korban dugaan pengeroyokan dan perusakan saat berwisata di Pantai Wedi Awu pada Senin (4/5/2026).
Kemudian, setelah peristiwa tersebut Polres Malang menerima laporan dan mendatangi lokasi tempat kejadian perkara pada Selasa (5/5/2026). Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku kekerasan di lokasi kejadian.
“Kami tetap mendalami kasus utama dan melakukan pengejaran terhadap pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut secara profesional,” tegas AKBP Taat. (Aye/sg)










