SUARAGONG.COM – Belakangan ini hantavirus emang lagi jadi buah bibir. Tapi tahu nggak sih, Ngab? Tikus yang berkeliaran di sekitar rumah atau gudangmu itu membawa “paket lengkap” penyakit berbahaya lainnya. Nggak cuma lewat gigitan, urine dan kotorannya pun bisa jadi senjata mematikan buat manusia.
5 Penyakit Mematikan Yang Bisa Dibawa Tikus
Yuk, kenali 5 penyakit ini biar kamu makin rajin jaga kebersihan lingkungan:
1. Leptospirosis (Penyakit Kencing Tikus)
Ini yang paling sering muncul pas musim hujan atau banjir.
- Penularan: Lewat urine tikus yang masuk ke air atau tanah lembap, lalu mengenai luka terbuka atau selaput lendir manusia.
- Gejala: Demam, nyeri otot, hingga mata menguning. Kalau telat ditangani, bisa ngerusak ginjal dan hati!
2. Salmonellosis (Keracunan Makanan)
Tikus suka banget “icip-icip” makanan di meja makan atau dapur.
- Penularan: Bakteri Salmonella menyebar lewat kotoran tikus yang nempel di makanan atau permukaan dapur yang nggak dibersihkan.
- Gejala: Diare parah, muntah, demam, dan kram perut. Pastikan makananmu selalu tertutup rapat ya!
3. Pes atau Plague (Penyakit Sejarah yang Masih Ada)
Ingat sejarah “Black Death” di Eropa? Itu disebabkan oleh penyakit ini.
- Penularan: Bukan langsung dari tikus, tapi lewat gigitan kutu yang hidup di tubuh tikus.
- Gejala: Pembengkakan kelenjar getah bening dan demam tinggi. Meski jarang, penyakit ini tetap mematikan kalau nggak segera diobati medis.
4. Rat-Bite Fever (Demam Gigitan Tikus)
Sesuai namanya, ini terjadi kalau kamu apes kegigit atau kecakar tikus.
- Penularan: Bakteri dari air liur tikus masuk ke aliran darah lewat luka.
- Gejala: Ruam kulit, nyeri otot, dan demam. Jangan dianggap remeh, segera bersihkan luka dan suntik tetanus atau antibiotik ke dokter!
Baca Juga : Awas Ada Hantavirus! Ini 7 Tips Ampuh dari WHO
5. LCMV (Virus Peradangan Otak)
Ini yang paling tricky karena gejalanya sering dikira flu biasa.
- Penularan: Paparan urine atau air liur tikus yang terhirup atau masuk ke tubuh.
- Bahaya: Bisa berkembang jadi meningitis (peradangan otak). Ibu hamil wajib ekstra waspada karena virus ini bisa mengganggu kesehatan janin.
Tips Biar Tikus Gak Betah di Rumah:
- Tutup Rapat Sampah: Jangan biarkan bau sampah mengundang “tamu” tak diundang.
- Pel Lantai dengan Disinfektan: Rutin bersihkan area gudang atau dapur.
- Tutup Celah Kecil: Tikus bisa masuk lewat lubang sekecil koin, jadi tutup semua aksesnya!
Jaga kebersihan bukan cuma soal estetika, tapi soal nyawa. Apalagi di musim pancaroba kayak sekarang, tikus bakal makin sering nyari tempat hangat di dalam rumah. Stay clean, stay healthy, Ngab! (Aye/sg)










