SUARAGONG.COM – Isu Hantavirus kembali jadi pembicaraan hangat setelah dilaporkan adanya korban jiwa di sebuah kapal pesiar. Menanggapi hal ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) langsung gercep membagikan panduan pencegahan yang wajib kamu tahu.
WASPADA HANTAVIRUS! WHO Bagikan 7 Cara Ampuh Cegah Penularan
Jangan panik dulu! Penularan virus ini erat kaitannya sama hewan pengerat (tikus). Biar kamu dan keluarga aman, ini dia 7 Cara Pencegahan ala WHO yang harus kamu terapin:
1. Jaga Kebersihan “Home & Workspace”
Kebersihan adalah kunci. Jangan biarkan sampah menumpuk yang bisa mengundang tikus datang ke rumah atau tempat kerjamu.
2. Tutup “Jalur Masuk” Tikus
Cek celah-celah kecil di bangunan rumah, kantor, bahkan kendaraan. Segel lubang yang memungkinkan tikus nyusup masuk ke area privasimu.
3. Simpan Makanan Secara Aman
Pastikan makanan disimpan di wadah tertutup rapat. Jangan biarkan sisa makanan terbuka karena itu “undangan terbuka” buat para pengerat.
4. Bersihkan Area Terkontaminasi dengan Benar
Kalau kamu nemuin area yang banyak kotoran tikusnya, jangan asal sikat. Gunakan prosedur pembersihan yang aman biar virusnya nggak menyebar.
5. JANGAN Menyapu Kering Kotoran Tikus!
Ini poin krusial! WHO melarang keras menyapu kering atau pakai vacuum cleaner pada kotoran tikus. Kenapa? Karena bisa bikin partikel virus beterbangan di udara (aerosol) dan terhirup sama kamu.
6. Basahi Dulu Sebelum Dibersihkan
Cara yang benar adalah membasahi area terkontaminasi dengan cairan disinfektan atau air sabun sebelum dibersihkan. Ini biar debunya nggak terbang.
7. Perkuat Kebersihan Tangan
Hand hygiene is a must! Cuci tangan pakai sabun sesering mungkin, terutama setelah beraktivitas di area yang rawan tikus.
Baca Juga : WHO Spill Ancaman Hantavirus di Kapal Pesiar: 3 Orang Meninggal
Kenali Gejalanya: Mirip Flu Biasa?
Gejala hantavirus biasanya muncul 1 sampai 8 minggu setelah terpapar. Awalnya emang mirip flu, tapi jangan disepelekan:
- Demam, sakit kepala, dan nyeri otot.
- Gejala perut: Mual, muntah, atau sakit perut.
- Waspada: Kalau sudah mulai sesak napas, batuk, atau ada penumpukan cairan di paru-paru (HCPS), segera ke dokter!
WHO menegaskan risiko penularan di fasilitas kesehatan sebenarnya rendah asalkan protokol kebersihan lingkungan dan penanganan cairan tubuh dilakukan dengan standar yang ketat.
Gaes! Mencegah lebih baik daripada mengobati, Ngab! Yuk, mulai lebih rajin bebersih pojokan rumah yang biasanya jadi sarang tikus. Jangan lupa, jangan disapu kering kalau nemu kotoran tikus ya! (Aye/sg)










