Nggak Perlu Obat, Santri Putri Diajari Teknik Akupresur dan Herbal Kunyit Asam

Cara Alami Redakan Nyeri Haid, FIK UNIB Latih Santri Akupresur dan Kunyit Asam
Cara Alami Redakan Nyeri Haid, FIK UNIB Latih Santri Akupresur dan Kunyit Asam

SUARAGONG.COM – Nyeri haid sering jadi “musuh bulanan” bagi remaja putri. Nah, hal ini yang coba dijawab oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy (FIK UNIB) Sukorejo Situbondo lewat kegiatan pengabdian masyarakat.

Cara Alami Redakan Nyeri Haid, FIK UNIB Latih Santri Akupresur dan Kunyit Asam

Kali ini, mereka menggelar pelatihan akupresur dan pembuatan minuman herbal kunyit asam untuk para santri putri di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini jadi bagian dari program rutin kampus dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus memberikan edukasi kesehatan yang langsung bisa dipraktikkan.

Fokus ke Solusi Alami, Tanpa Obat Kimia

Dosen Prodi Pendidikan Profesi Bidan FIK UNIB, Neny Yuli Susanti menjelaskan, pelatihan ini fokus pada penanganan nyeri haid (disminore) dengan metode non-farmakologi alias tanpa obat kimia.

“Remaja putri dibekali pengetahuan dan keterampilan akupresur supaya bisa mengatasi nyeri haid secara mandiri,” jelasnya.

Akupresur sendiri dilakukan dengan teknik pijatan di area punggung, tepatnya sepanjang sisi tulang belakang hingga bagian lumbal. Teknik ini dipercaya bisa memberikan efek rileks pada tubuh.

Kombinasi Akupresur dan Kunyit Asam

Menariknya, pelatihan ini nggak cuma soal pijat saja. Para peserta juga diajari cara membuat minuman herbal kunyit asam.

Kombinasi antara akupresur dan kunyit asam dinilai efektif untuk membantu mengurangi nyeri saat menstruasi.

“Kalau tubuh sudah rileks, hormon oksitosin bisa keluar dan membantu mengurangi nyeri,” tambah Neny.

Selain itu, metode ini juga bisa membantu melancarkan siklus menstruasi dan mengurangi gangguan yang sering dialami remaja putri.

Langsung Praktik, Biar Nggak Cuma Teori

Supaya lebih maksimal, kegiatan ini nggak cuma berisi materi. Para santri juga langsung diajak praktik.

Mulai dari memahami apa itu nyeri haid, penyebabnya, hingga demonstrasi teknik akupresur dan pembuatan kunyit asam.

Menariknya lagi, kegiatan ini juga melibatkan tiga mahasiswi kebidanan semester VIII yang ikut mendampingi jalannya pelatihan.

Biar hasilnya lebih terukur, peserta juga diminta mengisi pre-test sebelum pelatihan dan post-test setelahnya.

Hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana pemahaman mereka setelah mengikuti kegiatan.

Baca Juga : Edukasi Pelajar Situbondo Lingkungan ala Mas Rio, Stop Sampah & Balap Liar

Kapan Bisa Dilakukan? Ini Tipsnya

Untuk akupresur, bisa dilakukan kapan saja dengan durasi sekitar 10 menit. Tapi paling disarankan dilakukan sebelum menstruasi dan di hari pertama hingga hari ketiga.

Sementara itu, minuman kunyit asam bisa dikonsumsi mulai H-1 menstruasi sampai H+3.

Dengan cara ini, diharapkan nyeri haid bisa lebih terkontrol tanpa harus bergantung pada obat.

Baca Juga : Kapolres Jombang Edukasi Siswa-Siswi SMK Cegah Anarkisme

Dukung Generasi Sehat dan Mandiri

Kegiatan ini juga sejalan dengan visi FIK UNIB yang ingin mencetak lulusan unggul di bidang kebidanan komplementer.

Lebih dari itu, pelatihan ini jadi langkah kecil tapi berdampak besar untuk membekali remaja putri agar lebih paham kondisi tubuhnya sendiri.

Karena pada akhirnya, kesehatan itu bukan cuma soal berobat, tapi juga soal memahami dan merawat diri sejak dini. (Fin/Aye/sg)