SUARAGONG.COM – Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, menghadiri pembukaan Kegiatan Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2026. Yang digelar di Aula Kantor Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Selasa (19/5/2026) pagi.
Wabup Malang Tekankan Sinergi TNI dan Petani dalam Penguatan Ketahanan Pangan
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Malang, TNI, dan masyarakat. Hal ini dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Kabupaten Malang.
Turut hadir dalam kegiatan itu perwakilan Staf Teritorial TNI, jajaran Pangdivisi Infanteri 2 Kostrad, Danlanud Abdulrachman Saleh, Danlanal Malang, kepala perangkat daerah Kabupaten Malang, Forkopimcam Pakisaji, hingga kelompok tani binaan Kodim 0818/Malang-Batu.
Ketahanan Pangan tak Sekedar Soal Pertanian
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya persoalan sektor pertanian. Tetapi juga berkaitan erat dengan stabilitas daerah, kesejahteraan masyarakat hingga ketahanan nasional.
Menurutnya, Kabupaten Malang memiliki potensi besar di sektor pertanian karena didukung hamparan lahan produktif, sumber daya alam yang melimpah, dan budaya gotong royong masyarakat yang masih kuat.
“Ketahanan pangan adalah fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat dan stabilitas daerah. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif TNI, khususnya Kodim 0818/Malang-Batu, dalam mendampingi masyarakat dan petani melalui berbagai program penguatan sektor pangan.
Lebih lanjut, Pemkab Malang disebut terus berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui berbagai inisiatif. Antaranya peningkatan infrastruktur, bantuan sarana produksi pertanian, penguatan kelembagaan petani, hingga pengembangan teknologi pertanian yang adaptif dan berkelanjutan.
“Kita ingin petani Kabupaten Malang tidak hanya menjadi penghasil pangan. Tetapi juga menjadi pelaku utama ekonomi daerah yang sejahtera dan berdaya saing,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Lathifah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat gotong royong dan memanfaatkan potensi pertanian yang dimiliki Kabupaten Malang secara optimal.
Ia juga mendorong generasi muda agar mulai tertarik terjun ke sektor pertanian modern sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pangan yang kuat dan berkelanjutan.
“Mari kita jadikan lahan kosong menjadi lahan produktif, serta bersama-sama menjaga Kabupaten Malang. Sebagai salah satu lumbung pangan yang membanggakan di Jawa Timur,” pungkasnya (aye/sg)










