SUARAGONG.COM – Pemerintah Kabupaten Jember melaksanakan pelantikan direksi baru Perumda Perkebunan Kahyangan sebagai upaya meningkatkan efisiensi kelembagaan. Sekaligus memperkuat kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap pembangunan regional dan penguatan ekonomi daerah.
Gus Fawait Lantik Direksi Baru Perumda Kahyangan, Fokus Penguatan Ekonomi Jember
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Muhammad Fawait di Gedung Pendapa Wahyawibawagraha.
Tiga direksi yang resmi dilantik setelah melalui proses seleksi yakni Gogot Cahyo Baskoro sebagai Direktur Utama Perumda Perkebunan Kahyangan, Dima Akhyar sebagai Direktur Umum dan Keuangan. Serta Nyoman Aribowo sebagai Direktur Produksi, Pemasaran, dan Pengembangan.
Langkah restrukturisasi tersebut dinilai menjadi momentum penting dalam memperbaiki tata kelola perusahaan daerah. Sekaligus mengintegrasikan peran BUMD dalam program strategis pengentasan kemiskinan berbasis wilayah.
Posisi Strategis BUMD
Secara makro ekonomi, Perumda Perkebunan Kahyangan memiliki posisi strategis dalam struktur pendapatan daerah Kabupaten Jember. Namun, perusahaan daerah tersebut juga diharapkan mampu menjalankan fungsi sosial sebagai agen pembangunan di kawasan pinggiran dan wilayah perkebunan.
Dengan hadirnya jajaran direksi baru yang lebih dinamis, Pemerintah Kabupaten Jember berharap Perumda Kahyangan mampu melakukan reformasi birokrasi internal, memperbaiki iklim kerja, serta meningkatkan daya saing perusahaan di pasar komoditas nasional maupun internasional.
Dalam pidato arahannya, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa orientasi BUMD di era modern tidak boleh hanya berfokus pada keuntungan perusahaan semata, tetapi juga harus berdampak langsung terhadap masyarakat sekitar.
“Perumda Perkebunan Kahyangan merupakan salah satu BUMD yang diandalkan Pemerintah Kabupaten Jember. Perannya tidak hanya berkaitan dengan PAD, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” ujar Bupati Jember Muhammad Fawait.
KIP Terus Ditekankan
Ia juga meminta jajaran direksi yang baru dilantik segera menyusun indikator kinerja utama atau Key Performance Indicators (KPI) yang transparan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
“Direksi harus mampu bekerja profesional, terbuka terhadap kritik, berpikir inovatif, dan membuktikan kinerja melalui data serta capaian yang terukur,” tegasnya.
Revisi Perda BUMD dan Peluang Program Nasional
Sebagai langkah penguatan regulasi, Pemerintah Kabupaten Jember bersama legislatif saat ini juga tengah menggodok revisi Peraturan Daerah tentang BUMD.
Revisi regulasi tersebut dinilai penting untuk memberikan payung hukum bagi perluasan bidang usaha Perumda Kahyangan agar mampu menangkap peluang bisnis dari program strategis pemerintah pusat.
Salah satunya adalah peluang penyediaan logistik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat.
Melalui regulasi baru tersebut, Perumda Kahyangan diharapkan mampu memperluas kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi daerah hingga tingkat nasional.
Baca Juga : Gerobak Cinta, Strategi Pemkab Jember Kuatkan Ekonomi
Siap Terapkan Good Corporate Governance
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Perkebunan Kahyangan Gogot Cahyo Baskoro menyatakan kesiapan manajerialnya dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance.
“Kami berkomitmen menerapkan prinsip Good Clean Corporate melalui transparansi, akuntabilitas, independensi, tanggung jawab, dan antikorupsi,” ujar Direktur Utama Perumda Perkebunan Kahyangan Gogot Cahyo Baskoro.
Ia menjelaskan, langkah strategis yang segera dilakukan manajemen baru adalah diversifikasi usaha secara terukur dengan mengoptimalkan aset-aset nonproduktif milik perusahaan.
Beberapa kawasan yang akan dikembangkan meliputi Wisata Boma, Rimba Camp Gunung Pasang, serta Kampung Belgia di Sumberwadung. Yang mana nantinya diarahkan menjadi kawasan wisata terpadu atau agrotourism.
Pengembangan tersebut akan dilakukan secara profesional dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai mitra strategis.
Selain itu, Perumda Kahyangan juga berkomitmen membuka ruang pemanfaatan lahan tidur untuk budidaya pakan ternak. Guna mendukung perekonomian warga di kawasan perkebunan.
Menurut Gogot, tata kelola perusahaan yang bersih dan akuntabel diyakini mampu mengembalikan kepercayaan para mitra usaha maupun sektor perbankan. Sehingga target menjadikan Perumda Kahyangan sebagai salah satu pilar ekonomi Kabupaten Jember dapat terealisasi secara sistematis.










