SUARAGONG.COM – Guys, ada kabar produktif nih dari dunia kreatif dan ketenagakerjaan di Situbondo! Wakil Bupati Situbondo, Nyai Hj. Khoirani (Ulfiyah), secara resmi menutup kegiatan pelatihan vokasi keterampilan bean roastery (sangrai biji kopi) bagi para pencari kerja pada Selasa, 9 Juni 2026 kemarin.
Para Barista Siap Tempur! Pelatihan Keterampilan Bean Roastery di Situbondo Resmi Ditutup
Acara penutupan pelatihan berbasis unit kompetensi yang diinisiasi oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Situbondo ini berlangsung dengan sukses dan hangat di Cafe Huisdam, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo.
Lewat pelatihan intensif ini, Pemkab Situbondo menaruh harapan besar agar para pemuda lokal bisa langsung tancap gas menciptakan kemandirian ekonomi. Yuk, kita intip detail keberhasilan program inkubasi bisnis kopi ini:
Wabup Situbondo: Kami Tunggu Kreasi dan Inovasi Bisnis Kopi Kalian!
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Situbondo menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar seluruh ilmu serta keterampilan bean roastery yang telah diajarkan oleh para instruktur profesional bisa membawa berkah dan manfaat nyata.
Pasca-pelatihan ini, para peserta ditargetkan tidak lagi sekadar mencari lowongan kerja, Melainkan mampu berdiri di atas kaki sendiri sebagai seorang wirausahawan. Contoh kecilnya dengan membuka kedai kopi (coffee shop) atau menjadi pemasok biji kopi lokal yang berkualitas.
“Kami tunggu kreasi dan inovasi dari peserta yang sudah diberi ilmu selama mengikuti pelatihan dengan berwirausaha untuk kemandirian ekonomi. Kami juga sampaikan terima kasih kepada Dinas Ketenagakerjaan yang senantiasa terus berinovasi melalui program-programnya dan selalu memberikan semangat untuk Kabupaten Situbondo dalam mengurangi angka pengangguran,” ungkap Wakil Bupati Situbondo.
Dari Biji Mentah Sampai Siap Seduh: 16 Peserta Dinyatakan Lulus 100%!
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Situbondo, Suriyatno, menjelaskan bahwa kurikulum pelatihan ini dikemas secara sangat padat dan komprehensif. Para peserta digembleng dari dasar agar benar-benar memahami seluk-beluk industri kopi dari hulu ke hilir.
Materi teknis yang dikuasai peserta selama pelatihan meliputi:
- Memilah dan memahami karakteristik biji kopi mentah (green beans) yang baru dipetik.
- Menguasai teknik dan profil penyangraian (roasting) yang tepat untuk mengeluarkan cita rasa terbaik.
- Proses pasca-roasting hingga kopi siap diseduh menjadi minuman berkualitas premium.
Kabar baiknya, keseriusan para peserta selama pelatihan berbuah manis. “Setelah pelatihan, peserta mengikuti uji kompetensi. Alhamdulillah semua peserta sebanyak 16 orang telah dinyatakan lulus,” pungkas Suriyatno dengan bangga kepada awak media.
Baca Juga : Disnaker Situbondo Gelar Pelatihan Bean Roastery
Ikuti Tren Pasar: third-wave coffee
Langkah Disnaker Situbondo yang menggelar pelatihan bean roastery ini sangat cerdas dan menjawab tren pasar, guys. Seperti yang kita tahu, kultur nongkrong di cafe dan industri kopi gelombang ketiga (third-wave coffee) di Jawa Timur lagi tumbuh subur banget. Dengan modal sertifikasi lulus uji kompetensi, 16 roaster baru asal Situbondo ini punya peluang besar buat menguasai pasar kopi lokal. Turut memajukan kopi khas daerah, sekaligus membantu menekan angka pengangguran.
Nah gaes, melihat makin banyaknya roaster kopi muda dan bersertifikat di Situbondo, apakah kamu sudah siap mencicipi produk kopi hasil kreasi lokal buatan mereka? Yuk, share dukungan dan pendapatmu di kolom komentar bawah! (Aye/sg)










