SUARAGONG.COM – Hawa dingin alias fenomena “Bediding” di Jawa Timur (Jatim) tampaknya makin meresahkan dompet para pencari kehangatan nih, Nawak. Berdasarkan data pengamatan suhu minimum terbaru yang dirilis resmi oleh Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Timur untuk periode 30 Juni hingga 1 Juli 2026 pukul 07.00 WIB pagi ini, wilayah Malang Raya sukses mendominasi daftar kawasan paling membeku. Kayaknya malang memasuki musim Maba (Mahasiswa Baru) nih, sambutan spesial untuk nawak baru Ngalam!
Bediding Time! Jatim Menggigil Bareng! Top 5 Daerah Paling Menggigil
Jika pada hari-hari sebelumnya area Malang masih adem standar, kali ini wilayah Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, langsung melesat tajam. Menduduki peringkat kedua terkecil di Jawa Timur dengan suhu ekstrem mencapai 12,4°C. Angka ini menempel ketat wilayah Gunung Bromo yang masih kokoh berada di pucuk klasemen terdingin.
Berikut rilis resmi Top 5 Wilayah Terdingin Jawa Timur teranyar biar kamu gak penasaran:
- AWS Bromo, Probolinggo: 8,2°C
- Lanud Abd Saleh, Malang: 12,4°C
- Stasiun Geofisika Pasuruan (Tretes): 12,6°C
- AWS Kota Batu: 13,8°C
- AWS Karangan, Trenggalek: 14,7°C

Efek Puncak Kemarau: Bumi Kehilangan Penahan Panas
Anjloknya suhu udara secara drastis pada malam hingga pagi hari ini merupakan imbas nyata dari dominasi musim kemarau yang lagi asyik-asyiknya berada di puncaknya. Secara ilmiah, BMKG menyebutkan bahwa bediding ini dipicu oleh kondisi langit yang relatif cerah (clear sky) dan minimnya tutupan awan.
Ketika bumi tidak diselimuti oleh awan pada malam hari, energi panas yang diserap dari matahari sepanjang siang akan terlepas kembali ke luar angkasa dengan sangat cepat tanpa ada hambatan. Ditambah lagi dengan tingkat kelembapan udara yang sangat rendah. Alhasil wilayah dataran tinggi seperti Malang Raya dan sekitarnya serasa dikepung oleh hawa es jelang subuh.
Baca Juga : Masuk Awal Juni 2026, Malang Raya Mulai Dilanda Fenomena ‘Bediding’
BMKG Imbau Amankan Kelompok Rentan
Mengingat potensi suhu menggigil ini diprediksi masih bakal awet dalam beberapa waktu ke depan, masyarakat dilarang kendor dalam menjaga imunitas tubuh.
“Masyarakat, khususnya yang berada di daerah dataran tinggi, diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan, menggunakan pakaian hangat, serta memperhatikan kelompok rentan seperti balita dan lansia saat suhu udara terasa lebih dingin dari biasanya,” tulis BMKG dalam pesan peringatannya.
Nah, buat Nawak Arema, mumpung cuaca lagi mendukung banget buat kaum rebahan, pastikan sebelum keluar rumah malam nanti, jaket tebal andalan sudah nempel di badan, ya! Tetap mbois, jaga kesehatan, dan kurangi dulu frekuensi mandi subuh! (Aye/sg)










