Dugaan Pelanggaran Proyek SDN 02 Cakung Timur: Transparansi Dipertanyakan

Dugaan Pelanggaran Proyek SDN 02 Cakung Timur: Transparansi Dipertanyakan
Dugaan Pelanggaran Proyek SDN 02 Cakung Timur: Transparansi Dipertanyakan

SUARAGONG.COM – Proyek pembangunan SDN 02 Cakung Timur menjadi sorotan tajam setelah ditemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang dinilai minim transparansi dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pengajar.

Dugaan Pelanggaran Proyek SDN 02 Cakung Timur Jadi Sorotan, Transparansi Dipertanyakan

Salah satu kejanggalan yang mencolok di lokasi proyek adalah tidak ditemukannya plang informasi anggaran pembangunan. Kondisi tersebut membuat publik tidak dapat mengetahui besaran dana yang dialokasikan dalam proyek pembangunan sekolah tersebut. Tidak adanya keterbukaan informasi ini memunculkan pertanyaan terkait transparansi penggunaan anggaran.

Selain itu, proyek pembangunan juga disebut tidak dilengkapi master plan yang jelas. Tanpa adanya perencanaan teknis yang terbuka dan terukur, pembangunan dinilai berpotensi berjalan tanpa arah yang matang. Bahkan, estimasi biaya pelaksanaan proyek juga tidak ditemukan, sehingga mempersulit pengawasan terhadap penggunaan anggaran maupun potensi pemborosan.

Keterbukaan Informasi Untuk Publik

Tak hanya itu, papan informasi proyek yang umumnya memuat detail pekerjaan. Mulai dari waktu pelaksanaan hingga target penyelesaian, juga tidak terlihat di area pembangunan. Situasi ini semakin memperkuat dugaan bahwa proyek dikerjakan tanpa keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Kekhawatiran lain muncul terkait dugaan penggunaan material bangunan yang tidak sesuai standar. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, proyek pembangunan sekolah tersebut diduga menggunakan material batako dengan kualitas yang dipertanyakan.

Padahal, kawasan Cakung Timur diketahui memiliki karakteristik tanah bekas rawa sawah dan rawan banjir. Sehingga membutuhkan konstruksi dengan spesifikasi material yang kuat dan tahan lama.

“Kami sangat khawatir dengan kualitas bangunan sekolah ini. Jika menggunakan batako yang tidak kuat, bangunan ini bisa ambruk sewaktu-waktu dan membahayakan anak-anak kami.” Ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga : DPRD Kawal Proyek Rehabilitasi Pasar Ploso

Tak Cuman Soal Anggaran, Tapi Juga Kualitas Keselamatan

Dengan berbagai temuan tersebut, proyek pembangunan sekolah ini dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Selain menyangkut transparansi penggunaan anggaran negara, aspek keselamatan bangunan juga menjadi perhatian utama karena akan digunakan sebagai fasilitas pendidikan bagi siswa.

Masyarakat berharap pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan kontraktor pelaksana proyek, segera melakukan audit. Serta evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan tersebut. Pengawasan ketat dinilai penting agar kualitas bangunan tetap sesuai standar dan tidak menimbulkan risiko di kemudian hari.

Selain itu, masyarakat juga berharap adanya pengawasan dari aparat penegak hukum. Guna memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan potensi kerugian negara.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi kepada bagian humas berinisial CT juga belum mendapat respons. Sehingga pemberitaan ini masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait.