SUARAGONG.COM – Peningkatan sistem proteksi keselamatan lingkungan dan percepatan penanggulangan bencana menjadi kado nyata Pemerintah Kabupaten Jember bagi masyarakat pada perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Usai upacara bendera di Alun-Alun Jember, Senin (17/8/2026) pagi, Pemkab Jember secara resmi meluncurkan penambahan unit baru armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jember.
Solusi Gang Sempit! Pemkab Jember Tambah Unit Armada Damkar Taktis Baru di Momen HUT ke-81 RI
Pengadaan sarana keselamatan ini direalisasikan guna merespons cepat aspirasi dan keluhan warga terkait mitigasi bahaya kebakaran di kawasan padat penduduk. Tantangan tata ruang di wilayah urban seperti Kecamatan Sumbersari, Patrang, dan Kaliwates yang didominasi gang-gang sempit. Di mana kerap membuat mobil Damkar konvensional berukuran besar sulit menjangkau titik api (fire ground).
Spesifikasi Taktis Bodi Kompak dan Pompa Bertekanan Tinggi
Armada Damkar tambahan yang dirilis ini dirancang khusus dengan bodi lebih kompak dan lincah, namun dibekali pompa air bertekanan tinggi (high-pressure pump). Kendaraan ini mampu bermanuver di jalanan sempit dan beroperasi di lingkungan padat yang minim pasokan hidran air.
Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menegaskan bahwa penambahan armada ini ditujukan untuk memangkas response time penanganan kebakaran di daerah.
“Selain layanan kesehatan bergerak, pada hari kemerdekaan ini Pemkab Jember resmi menambah unit baru armada Damkar. Unit ini didesain khusus agar mampu menjangkau pemukiman dengan akses jalan sempit dan minim titik jangkau. Kami berharap penanganan bahaya kebakaran dan situasi darurat berjalan lebih cepat, optimal, dan aman,” tegas Bupati Gus Fawait.
Baca Juga : Gus Fawait Siap Realisasikan Program Bunga Desa di Jember
Pelatihan Personel dan Integrasi ke Aplikasi Wadul Gus’e
Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Jember mengonfirmasi bahwa penambahan armada taktis ini akan diimbangi dengan pelatihan peningkatan kapasitas (capacity building) bagi personel. Petugas ditargetkan mampu memberikan waktu respons di bawah 15 menit sejak panggilan darurat diterima.
Selain itu, sistem pelaporan penanganan darurat kebakaran akan diintegrasikan langsung ke dalam kanal aplikasi Wadul Gus’e. Dimana bisa untuk mempermudah laporan instan dari masyarakat. Pengadaan unit pemadam mini ini dibiayai melalui pos anggaran belanja modal APBD yang transparan demi menjamin keselamatan jiwa serta harta benda warga Jember. (Rio/aye)










