MALANG, SUARAGONG.COM – Rencana pembangunan Jalan Tol Malang-Kepanjen hingga kini masih berada dalam tahap pengkajian mendalam. Pemerintah tengah menyusun serta mereviu studi kelayakan (Feasibility Study/FS) dan basic design yang ditargetkan rampung pada Desember 2026 mendatang.
Tol Malang-Kepanjen Sedang Dikaji, Trase dan Jumlah Exit Belum Capai Final
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menjelaskan bahwa hasil analisis teknis tersebut nantinya akan menjadi landasan utama dalam menentukan arah trase, titik simpang susun (interchange), hingga besaran kebutuhan investasi.
“Karena sekarang itu kan lagi nyusun FS sama review FS juga basic design. Itu menentukan trase tol itu supaya lebih efisien dalam hal penganggaran,” terang Khairul, Rabu (23/9/2026).
Khairul menegaskan bahwa arah trase tol masih dinamis dan berpotensi mengalami penyesuaian, termasuk rumor pergeseran jalur ke arah timur yang hingga saat ini belum diputuskan secara resmi.
Opsi Efisiensi: Pangkas Lengkungan dan Jumlah Exit Tol
Pertimbangan efisiensi anggaran menjadi salah satu indikator utama dalam kajian ini. Khairul membeberkan beberapa skenario optimasi yang tengah dihitung, di antaranya memperpendek jalur, mengurangi lengkungan trase, hingga merasionalkan jumlah akses keluar-masuk (exit tol).
Rencana awal yang menyiapkan empat titik interchange kini tengah dievaluasi. Jumlah tersebut berpeluang dipangkas menjadi dua atau bahkan satu titik saja apabila dinilai jauh lebih efisien dari segi pembiayaan.
“Dengan dikuranginya misalnya exit tol nanti kan otomatis anggaran berkurang, terus trasenya diperpendek, diperpendek itu tidak banyak lengkungan-lengkungannya,” jelasnya.
Baca Juga : Pembangunan Jalan Tol Malang-Kepanjen Masih Dibahas di Pusat
Skema KPBU dan Proyeksi Pembebasan Lahan 2027
Penyusunan FS dan basic design proyek ini telah bergulir sejak Mei 2026. Apabila dokumen FS yang tuntas pada akhir tahun nanti dinyatakan memenuhi standar kelayakan, maka tahapan pengadaan serta pembebasan lahan diproyeksikan dapat dimulai pada tahun 2027.
Nilai investasi proyek yang sempat diperkirakan mencapai Rp10,04 triliun juga berpotensi terkoreksi menyesuaikan hasil reviu terbaru. Proyek Tol Malang-Kepanjen ditargetkan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), di mana saat ini sudah ada dua calon investor yang mulai melakukan penjajakan pendanaan.
Khairul menambahkan, penetapan trase akhir wajib memperhitungkan aspek konektivitas menuju kawasan Malang Selatan, khususnya keterhubungan dengan koridor utama Gondanglegi-Balekambang.
“Yang terpenting exit-nya itu nanti bisa berkoneksi dengan itu, Gondanglegi-Balekambang,” pungkasnya. (Aye/sg)










