SUARAGONG.COM – Guys, kabar baik buat kamu warga Kota Malang yang hobi belanja ke pasar tradisional! Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang baru saja mengumumkan komitmen mereka untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh di empat pasar rakyat prioritas.
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyatakan bahwa seluruh dokumen perencanaan administrasi—termasuk Detail Engineering Design (DED)—untuk proyek ini sudah rampung total. Sekarang, pihak dinas tinggal menunggu restu dan kepastian alokasi anggaran dari pimpinan untuk mengeksekusi renovasi tersebut.
Penasaran pasar mana saja yang masuk daftar dan bakal seperti apa konsep barunya? Yuk, kita spill detail lengkapnya:
Ini Dia 4 Pasar Rakyat yang Jadi Prioritas Renovasi:
Diskopindag telah menetapkan empat titik pasar rakyat yang kondisinya bakal disulap jadi jauh lebih rapi dan tertata, yaitu
- Pasar Blimbing
- Pasar Besar
- Pasar Tawangmangu
- Pasar Talun (di kawasan Heritage Kayutangan)
“DED sudah selesai semua. Tinggal nanti kami ajukan ke pimpinan terkait bagaimana plotting anggarannya, apakah bisa direalisasikan tahun ini atau tahun berikutnya,” ujar Eko Sri Yuliadi, Selasa (16/6/2026).
Mengusung Konsep Non-Bertingkat Mirip Pasar Oro-Oro DowoAda yang menarik nih dari rencana konsep pembangunannya, gaes. Diskopindag Kota Malang menilai model pasar yang tidak bertingkat jauh lebih ideal untuk pasar rakyat.
Belajar dari kesuksesan Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo, model satu lantai dinilai sangat efektif untuk memudahkan aktivitas jual beli karena aksesnya cepat, langsung bertransaksi, dan ramah untuk semua kalangan usia.“Idealnya pasar rakyat itu tidak bertingkat, mudah dijangkau, aksesnya cepat, langsung transaksi dan infrastrukturnya tertata dengan baik,” tambah Eko.
Baca Juga : DPRD Dorong Penyelesaian Pasar Tradisional Kota Malang
Kejar Target Retribusi
Genjot Kenyamanan Sekaligus Kejar Target Retribusi Rp10 MiliarPembenahan infrastruktur ini gak cuma sekadar biar pasarnya terlihat estetik dan bersih, gaes. Ada efek domino positif yang diincar pemerintah daerah.
Eko meyakini, jika fasilitas pasar sudah terpenuhi dengan baik dan nyaman, para pedagang pun akan jauh lebih patuh dan bersemangat dalam berkontribusi membayar retribusi daerah. Di tahun 2026 ini, Diskopindag Kota Malang sendiri memasang target pendapatan retribusi pasar yang cukup besar, yakni mencapai Rp10 miliar.
Kabar baiknya, hingga pertengahan tahun ini realisasinya sudah berjalan lancar dan menyentuh angka sekitar 40 persen.
Langkah Diskopindag Kota Malang yang memprioritaskan renovasi dengan konsep pasar satu lantai ini sangat tepat sasaran, gaes. Pasar rakyat yang bersih, tidak pengap, dan aksesnya mudah dijangkau pasti bakal bikin masyarakat makin betah buat belanja sembako langsung ke pedagang lokal. Kita doakan semoga plotting anggarannya bisa segera turun tahun ini ya! (Sit/Aye/sg)










