Type to search

Pemerintahan Probolinggo

Wali Kota Probolinggo Tinjau Jalan Hingga Potensi Peternakan Warga

Share
Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, mengisi akhir pekan dengan bersepeda untuk meninjau jalan hingga potensi peternakan warga

SUARAGONG.COM – Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, mengisi akhir pekan dengan cara berbeda. Bersama jajaran pemerintah, ia bersepeda mengelilingi kota sejauh 10 kilometer, Minggu (5/4/2026). Tak sekadar olahraga, kegiatan ini dimanfaatkan untuk menyapa warga sekaligus melihat langsung kondisi infrastruktur hingga potensi ekonomi masyarakat.

Gowes 10 Km, Wali Kota Probolinggo Tinjau Jalan Hingga Potensi Peternakan Warga

Rute gowes dimulai dari Rumah Jabatan Wali Kota di Jalan Panglima Sudirman. Rombongan kemudian melintasi sejumlah titik penting seperti Jalan Soekarno Hatta, Jalan Brantas, Jalan Bengawan Solo, hingga Jalan Karang Tengah.

Perjalanan berakhir di kediaman anggota Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Masda Putri Amelia, di Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih.

Dengan bersepeda, wali kota mengaku bisa lebih detail mengamati kondisi jalan dan lingkungan sekitar.

Sempat Tertahan Tanjakan, Rombongan Tetap Solid

Di tengah perjalanan, rombongan sempat berhenti di Jalan Bengawan Solo. Hal itu dilakukan untuk menunggu peserta yang tertinggal akibat medan menanjak.

“Di awal tadi ada tanjakan, jadi kita berhenti sekitar lima menit untuk menunggu peserta yang tertinggal,” ujar Aminuddin.

Momen ini menunjukkan kekompakan dan kebersamaan antar peserta, sekaligus mencerminkan kedekatan pimpinan daerah dengan jajarannya.

Tinjau Rencana Jalan Lintas

Saat melintasi Jalan Karang Tengah, wali kota menyoroti kondisi jalan makadam di tengah area persawahan. Ia menyebut lokasi tersebut berpotensi menjadi jalur lintas baru.

Namun, rencana tersebut masih terkendala koordinasi dengan pihak perkebunan terkait penggunaan lahan.

“Masih perlu komunikasi lebih lanjut agar pembangunan bisa berjalan,” jelasnya.

Disambut Antusias Warga

Sepanjang perjalanan, kehadiran wali kota disambut hangat masyarakat. Anak-anak tampak antusias melambaikan tangan, sementara warga lainnya mengabadikan momen tersebut.

Interaksi langsung ini menjadi cara efektif bagi pemerintah untuk mendengar aspirasi masyarakat secara lebih dekat.

Halal Bihalal dalam Suasana Syawal

Setibanya di lokasi finish, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama dan ramah tamah dalam suasana Lebaran.

Masda Putri Amelia mengungkapkan, kegiatan ini bukan hanya olahraga, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi.

“Kita bisa berkumpul santai sekaligus halal bihalal di bulan Syawal,” ujarnya.

Tinjau Peternakan Ayam Petelur

Dalam kesempatan tersebut, wali kota Probolinggo bersama Ketua TP PKK Evariani juga meninjau peternakan ayam petelur milik keluarga Masda.

Dengan populasi sekitar 1.500 ekor ayam, peternakan ini mampu menghasilkan telur dalam jumlah signifikan dan dinilai berpotensi mendukung ketahanan pangan daerah.

Menariknya, usaha ini juga terintegrasi dengan distribusi bawang merah ke luar pulau, menunjukkan potensi ekonomi lokal yang cukup kuat.

Bangun Sinergi Lewat Pendekatan Humanis

Kegiatan gowes ini menjadi contoh pendekatan humanis dalam pemerintahan. Tak hanya melihat kondisi lapangan secara langsung, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Dengan komunikasi yang lebih terbuka, diharapkan pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi lokal dapat berjalan lebih efektif. (Duh/Aye/sg)

Tags:

You Might also Like