SUARAGONG.COM – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menggelar Upacara Pelantikan Pengangkatan Pertama dalam Jabatan Fungsional pada Senin, 22 Juni 2026. Sebanyak 33 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru, yang terdiri dari putra dan putri terbaik, resmi diambil sumpah jabatannya setelah berhasil melewati masa percobaan sebagai CPNS.
Pelantikan Pengangkatan Pertama dalam Jabatan Fungsional di UIN Maulana Malik Malang
Upacara sakral ini dipimpin langsung oleh Dr. Muhtar Hazawawi, M.Ag. Prosesi ini menandai babak baru bagi para aparatur sipil negara (ASN) tersebut untuk berkontribusi penuh dalam mentransformasi mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam negeri.

Sebaran Formasi: Didominasi Dosen hingga Tenaga Kependidikan (Tendik)
Pelantikan kali ini melibatkan berbagai kualifikasi fungsional yang akan mengisi pos-pos strategis di lingkungan UIN Maliki Malang. Dr. Muhtar Hazawawi membeberkan bahwa formasi ASN baru ini tersebar di beberapa lini krusial:
- Tenaga Pendidik: Mayoritas ditempati oleh formasi Dosen.
- Pranata Komputer: Untuk memperkuat lini digitalisasi kampus.
- Pustakawan: Mengawal pengelolaan literasi dan referensi ilmiah.
- Penerbitan Ilmiah: Guna mendongkrak luaran riset dan jurnal kampus, serta beberapa formasi teknis lainnya.
Jaga Disiplin dan Bersih dari Cacat Moral!
Dalam sesi wawancara setelah upacara, Dr. Muhtar Hazawawi memberikan pesan yang sangat mendalam dan tegas bagi para ASN yang baru dilantik. Menjadi bagian dari abdi negara di bawah bendera Kementerian Agama membawa tanggung jawab moral yang luar biasa besar.
“Pesan saya satu, syukuri karena menjadi ASN tidak mudah. Ribuan menyisihkan orang, dan ini harus disyukuri. Dan yang kedua, menjadilah ASN yang berintegritas. Artinya apa yang diucapkan, yang dilakukan, semuanya harus sesuai. Bersihkan norma, jangan melakukan pelanggaran disiplin PNS. Termasuk jangan lupa cacat moral dan seterusnya, karena itu menjadi rekam jejak ke depan,” tegas Dr. Muhtar Hazawawi, Senin (22/6/2026).
Pihak kampus menggarisbawahi beberapa poin penting terkait kualifikasi dan rekam jejak ASN yang layak dilantik:
- Bebas Kasus: PNS harus berintegritas tinggi tanpa adanya rekam jejak masalah, seperti penyalahgunaan wewenang.
- Core Value BerAKHLAK: Aspek moralitas dan akhlak menjadi harga mati. Adanya cacat moral atau pelanggaran disiplin berat (seperti mangkir masuk kerja) secara otomatis akan menggagalkan seorang CPNS untuk diangkat menjadi PNS penuh.
Selaras Visi Kemenag: Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan dan Toleransi
Sebagai ASN yang bergerak di bidang keagamaan, para pejabat fungsional yang baru dilantik ini dituntut untuk tidak hanya bekerja secara maksimal, loyal, profesional, dan adaptif. Mereka diwajibkan untuk menginternalisasi visi dan misi Kementerian Agama RI.
Implementasi di lapangan diwujudkan melalui sikap yang cinta kemanusiaan, menjunjung tinggi toleransi, dan menempatkan nilai-nilai kemanusiaan di posisi tertinggi. ASN baru diharapkan mampu melebur ke tengah masyarakat secara sosial dan edukatif, sehingga keberadaan mereka membawa dampak perubahan nyata menuju pendidikan yang unggul.
Baca Juga : UIN Malang Gandeng TPST Mulyoagung untuk Kelola Sampah
Pemetaan SDM UIN Malang: PPPK Tercukupi, Dosen Spesialis Masih Langka
Menanggapi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan UIN Maliki Malang, Dr. Muhtar Hazawawi menjelaskan bahwa secara umum kebutuhan pegawai sudah terpenuhi. Namun, dinamika seperti adanya pegawai yang pensiun atau meninggal dunia membuat beberapa titik mengalami kekosongan.
- Kekurangan Dosen Spesialis: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), khususnya untuk dosen spesialis dan sebagian farmasi, diakui masih mengalami kekurangan. Pihak kampus mengakui mencari dan merekrut dosen spesialis bukanlah perkara mudah karena proses regulasi dan kualifikasinya yang sangat ketat. Solusi ke depan, pihak kampus akan mengusulkan kekurangan ini ke dalam formasi CPNS umum berikutnya.
- Formasi PPPK Aman: Untuk posisi Tenaga Kependidikan (Tendik) melalui skema PPPK—baik yang penuh waktu maupun paruh waktu—saat ini kondisinya sudah sangat tercukupi di UIN Malang.
Dengan bertambahnya 33 darah baru yang berintegritas ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang optimis dapat terus memantapkan posisinya. Terus berkembang di papan atas perguruan tinggi bereputasi internasional. Selamat mengabdi! (Aye/sg)










