Jember, Suaragong.com – Perjalanan Kabupaten Jember dalam menata kembali struktur perekonomian daerah pasca-hantaman krisis kesehatan global menunjukkan potret keberhasilan yang impresif. Berdasarkan data runtun waktu yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Jember pada tahun 2026 resmi mencatatkan diri keluar dari bayang-bayang dampak pandemi Covid-19.
Data BPS 2026: Angka Kemiskinan Jember Menyusut ke Titik Terendah 8,00 Persen
Capaian bersejarah ini ditandai dengan keberhasilan pemerintah daerah menekan jumlah warga miskin hingga tersisa 200,77 ribu jiwa. Hal ini setara dengan 8,00 persen dari total populasi penduduk.
Jika ditarik garis ke belakang secara makro, pencapaian angka 8,00 persen ini merupakan lompatan kuantum yang sangat melegakan bagi stabilitas sosial kemasyarakatan Jember. Sektor ekonomi domestik Jember sempat mengalami masa-masa kelam yang berat ketika pandemi melanda pada tahun 2020. Kala itu, pembatasan mobilitas fisik menyebabkan angka kemiskinan melonjak ke angka 247,99 ribu jiwa (10,09 persen).
Kondisi tersebut sempat mencapai titik nadir pada tahun 2021, di mana jumlah warga miskin membengkak. Menyentuh angka tertinggi dalam sejarah modern Jember, yakni sebesar 257,09 ribu jiwa atau 10,41 persen.
Kebijakan Stimulus Fiskal
Namun, fase transisi kepemimpinan dan respons cepat pemerintah daerah terbukti mampu mengubah arah pergerakan ekonomi. Hal ini dilakukan melalui peluncuran berbagai kebijakan stimulus fiskal. Yang berorientasi pada pemulihan daya beli masyarakat lapis bawah secara cepat (fast recovery).
Memasuki tahun 2022, angka kemiskinan berhasil dipangkas kembali ke posisi satu digit di angka 232,73 ribu jiwa (9,39 persen). Tren penurunan tersebut terus dijaga secara konsisten meski sempat fluktuatif akibat inflasi pangan global pada 2023 (9,51 persen). Angka kemiskinan terus melandai pada tahun 2024 menjadi 224,77 ribu jiwa (9,01 persen), lalu menyusut pada tahun 2025 menjadi 216,76 ribu jiwa (8,67 persen).
Puncaknya terjadi pada rilis data BPS tahun 2026 ini, di mana proporsi kemiskinan Jember menyusut dramatis ke angka 8,00 persen. Rekor ini sekaligus menumbangkan catatan terbaik masa pra-pandemi pada tahun 2019 yang kala itu berada di angka 9,25 persen (226,57 ribu jiwa). (Rio/aye/sg)










