SUARAGONG.COM – Bukan sekadar janji politik, gebrakan reformasi birokrasi di Jember mulai kelihatan hasil nyatanya. Bupati Jember, Gus Fawait, resmi menerima penghargaan sebagai Tokoh Daerah Peningkatan Layanan Publik dari PWI Jawa Timur, Kamis (16/4/2026).
Reformasi Birokrasi Jember Nggak Main-Main, Gus Fawait Digandeng Penghargaan PWI Jatim
Penghargaan ini jadi semacam “stempel resmi” kalau langkah-langkah yang diambil Pemkab Jember benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Apalagi, penilaian datang dari kalangan pers yang dikenal kritis dalam mengawasi jalannya pemerintahan.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait yang diwakili Kepala Diskominfo Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, menyebut penghargaan ini sebagai “vitamin” buat seluruh jajaran birokrasi.
“Pesannya jelas, jangan cepat puas. Harus kerja lebih keras lagi,” ujarnya.
Tiga Program “Andalan” yang Bikin Jember Dilirik
Menurut Regar, ada tiga program utama yang jadi kunci keberhasilan Jember hingga dilirik PWI Jatim.
Pertama, UHC Prioritas. Program ini bikin warga kurang mampu bisa berobat gratis hanya dengan KTP Jember. Bahkan, layanan ini bisa digunakan di rumah sakit mana pun di Indonesia. Buat banyak warga, ini jadi solusi nyata dari masalah klasik: takut berobat karena biaya mahal.
Kedua, Peta Cinta (Pelayanan Tuntas Cetak KTP di Kecamatan). Program ini lahir dari masalah sederhana tapi sering bikin ribet: urus KTP harus ke kota. Lewat inovasi ini, warga cukup datang ke kecamatan untuk cetak KTP. Praktis, hemat waktu, dan lebih dekat ke masyarakat.
Gus Fawait bahkan memastikan stok blangko KTP selalu tersedia. Jadi nggak ada lagi cerita “blanko habis” yang bikin warga harus bolak-balik.
Wadul Gus’e: Jalur Cepat Suara Rakyat
Program ketiga yang nggak kalah menarik adalah Wadul Gus’e. Ini semacam jalur komunikasi langsung antara warga dan bupati.
Lewat platform ini, masyarakat bisa bebas menyampaikan keluhan, kritik, bahkan ide tanpa harus terjebak birokrasi panjang. Konsepnya sederhana: pemerintah harus mendengar langsung suara rakyat, bukan cuma laporan di atas meja.
Dengan sistem ini, setiap aduan bisa langsung ditindaklanjuti, sehingga pelayanan publik bisa terus diperbaiki secara cepat.
Baca Juga : Gus Fawait Gaspol! THR Cair Lebih Awal
Penghargaan Jadi Penyemangat, Bukan Tujuan Akhir
Meski berhasil meraih penghargaan, Gus Fawait menegaskan bahwa pencapaian ini bukan garis finis. Justru sebaliknya, ini jadi pemicu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif memberikan masukan melalui kanal yang sudah tersedia.
Karena pada akhirnya, keberhasilan reformasi birokrasi bukan cuma soal penghargaan, tapi sejauh mana dampaknya bisa dirasakan langsung oleh warga. (Rio/aye/sg)













