Type to search

Malang Peristiwa

Kinerja Polres Batu Sepanjang 2025

Share
Kinerja Polres Batu sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren keamanan yang relatif terkendali, Kriminalitas Turun, Narkotika Jadi Atensi

SUARAGONG.COM – Kinerja Polres Batu sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren keamanan yang relatif terkendali. Berdasarkan data capaian akhir tahun, angka kriminalitas di wilayah hukum Kota Batu tercatat mengalami penurunan, meski peredaran narkotika masih menjadi perhatian serius aparat kepolisian.

Anev Polres Batu 2025: Kriminalitas Menurun, Kasus Narkoba Tetap Dominan

Sepanjang 2025, Polres Batu menerima 195 laporan masyarakat, dengan tingkat penyelesaian perkara mencapai 184 laporan. Capaian tersebut mencerminkan konsistensi aparat kepolisian dalam merespons setiap aduan masyarakat.

Wakapolres Batu, Kompol Danang Yudanto, menjelaskan bahwa secara keseluruhan crime total di Kota Batu mengalami penurunan sebesar 10,9 persen atau berkurang 21 kasus dibandingkan tahun 2024.

“Secara umum, jumlah kejahatan mengalami penurunan. Namun, dari sisi penyelesaian perkara terdapat dinamika tersendiri,” ujar Kompol Danang.

Ia menyebutkan, tingkat penyelesaian perkara secara umum tercatat menurun sebesar 43,7 persen atau 116 kasus, dipengaruhi oleh karakteristik perkara dan waktu penanganannya.

Curat hingga Curanmor Jadi Kasus Dominan

Berdasarkan crime index, kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat) tercatat sebanyak 13 laporan, dengan 10 kasus berhasil diselesaikan.

Untuk Pencurian dengan Kekerasan (Curas), Polres Batu berhasil menuntaskan seluruh laporan yang masuk atau 100 persen. Sementara itu, Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) tercatat sebanyak 17 laporan, dengan penyelesaian 19 kasus. Termasuk tunggakan perkara tahun sebelumnya.

Secara rinci, tren kriminalitas sepanjang 2025 didominasi oleh:

  • Penganiayaan: 20 laporan
  • Curanmor: 17 laporan
  • Pencurian: 15 laporan
  • Pengeroyokan: 14 laporan
  • Curat: 13 laporan

Selain itu, terdapat delapan kasus persetubuhan terhadap anak, lima kasus KDRT, serta tiga kasus kekerasan terhadap anak.

“Keberhasilan pengungkapan ini tidak lepas dari respons cepat personel di lapangan dan peran aktif masyarakat,” tegas Kompol Danang.

Narkoba Masih Pekerjaan Rumah Serius

Di sisi lain, peredaran narkotika masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi Satresnarkoba Polres Batu. Sepanjang 2025, penyalahgunaan sabu-sabu mendominasi dengan 51 kasus, disusul ganja dan pil double L masing-masing lima kasus, serta satu kasus ekstasi.

Dari seluruh pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 66 tersangka. Mayoritas pelaku berada pada usia produktif, yakni 26–35 tahun sebanyak 33 orang dan 19–25 tahun sebanyak 18 orang. Dari sisi profesi, buruh atau karyawan mendominasi dengan 22 tersangka, disusul mahasiswa sebanyak 19 orang.

Junrejo Jadi Wilayah Rawan Narkoba

Berdasarkan peta sebaran, Kecamatan Junrejo menjadi wilayah dengan kasus narkoba terbanyak, yakni:

  • Junrejo: 34 kasus
  • Batu: 14 kasus
  • Pujon: 7 kasus
  • Bumiaji: 6 kasus
  • Ngantang: 1 kasus

Dalam penanganannya, Polres Batu menerapkan dua pendekatan. Sebanyak 21 kasus dengan 23 tersangka diarahkan ke jalur rehabilitasi, sementara 41 kasus dengan 43 tersangka diproses secara hukum hingga tuntas.

Barang bukti yang berhasil disita sepanjang 2025 meliputi 409,87 gram sabu, 355,35 gram ganja (setara 62 batang), 76.001 butir pil double L, serta 50 butir ekstasi.

“Ini menjadi komitmen kami untuk terus menekan peredaran narkoba dan menjaga kondusivitas keamanan di Kota Batu,” pungkas Kompol Danang. (Mf/aye/sg)

Tags:

You Might also Like