Type to search

Pemerintahan

Lilik Hendarwati Sentil Pemborosan di Balik Meja Birokrasi

Share
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati, blak-blakan nyentil pemborosan yang terjadi dimana AC dan lampu yang tetep nyala

SUARAGONG.COM – Di tengah isu panas konflik Iran vs Israel-AS yang bikin dunia ketar-ketir soal krisis energi, eh, di kantor-kantor pemerintah malah ada pemborosan yang “ngumpet”. Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati, blak-blakan nyentil kebiasaan buruk AC dan lampu yang tetep nyala padahal ruangannya kosong melompong.

Kantor Kosong Tapi AC & Lampu Tetap ‘On’: Lilik Hendarwati Sentil Pemborosan di Kantor Pemerintahan

Lilik nyebut fenomena ini sebagai “Invisible Waste” alias pemborosan tersembunyi yang kejadian tiap hari di lingkungan birokrasi. Menurutnya, jangan cuma sibuk bahas kebijakan makro, tapi disiplin hal-hal sepele kayak gini malah zonk.

Jangan Cuma Jago Wacana, Aksi Nyatanya Mana?

“Kalau kita ngomongin efisiensi energi, jangan berhenti di kertas doang. Faktanya, di kantor-kantor itu lampu masih nyala terus padahal orangnya nggak ada. Ini pemborosan nyata!” tegas Lilik, Senin (30/3/2026).

Padahal, kalau kebiasaan simpel kayak “matikan yang nggak perlu” ini dilakuin bareng-bareng, dampaknya ke penghematan energi nasional tuh gede banget, lho.

WFH Rabu: Hemat Beneran Atau Cuma Pindah Tempat?

Kebijakan WFH tiap hari Rabu buat ASN Pemprov Jatim juga nggak luput dari radar Lilik. Meskipun niatnya buat nekan konsumsi BBM, menurutnya ini belum tentu efektif kalau nggak diawasi beneran.

“WFH itu nggak otomatis hemat energi. Kalau ASN-nya malah keluyuran atau jalan-jalan pas jam kerja, ya sama aja bohong. Ini butuh evaluasi pakai data yang valid,” tambahnya.

Baca Juga :Cegah Urbanisasi, Pemkot Surabaya Gelar Operasi Yustisi Pasca Lebaran

Solusi Konkret: Yuk, Naik Transportasi Umum!

Daripada cuma ngandelin WFH, Lilik lebih sreg kalau ASN dan masyarakat mulai beralih ke transportasi umum. Langkah ini dinilai lebih real buat nekan penggunaan energi sekaligus bantu ekonomi.

“Kita kan udah punya Bus Trans Jatim sama Suroboyo Bus. Tinggal kemauannya aja mau pakai atau nggak. Ini solusi win-win: hemat energi dapet, ekonomi masyarakat juga gerak,” kata Lilik.

Kritik ini jadi pengingat keras buat kita semua: jangan sampai kita sibuk teriak hemat energi di medsos, tapi lampu kamar sendiri dibiarin nyala pas ditinggal pergi. Ironis, kan? (Wahyu)

Gimana, sudah terasa lebih “nyentil” belum versinya? Artikel ini cocok banget kalau mau dikasih caption yang ngajak interaksi pembaca, misalnya: “Pernah nggak kalian liat kantor atau kelas kosong tapi AC-nya dingin banget?” (Wahyu/aye/sg)

Tags:

You Might also Like