Sinergi Akuntansi dan Teknik Sipil, TPS3R Gading Kulon Siap Go Digital
Share
SUARAGONG.COM – Kolaborasi lintas disiplin kembali ditunjukkan sivitas akademika Politeknik Negeri Malang (Polinema). Lewat program pengabdian kepada masyarakat. Tim dari Jurusan Akuntansi dan Teknik Sipil turun langsung ke lapangan untuk mendampingi pengelolaan TPS3R Gading Kulon.
Kolaborasi Polinema Turun Lapangan, Bantu TPS3R Gading Kulon Kelola Aset Lebih Modern
Program ini fokus pada penguatan manajemen aset konstruksi sekaligus mendorong penerapan teknologi dalam pengelolaan fasilitas berbasis masyarakat. Dipimpin oleh Indra Lukmana Putra, tim ini melibatkan Annisa Fatimah dan Novi Nugrahani dari Jurusan Akuntansi, serta Moch Chamim dan Nindya Rizky dari Teknik Sipil.
Kolaborasi ini jadi contoh nyata bagaimana pendekatan multidisiplin bisa menjawab kebutuhan riil di lapangan. Nggak cuma teori, tapi langsung praktik dan solusi konkret.
“Profesor 3R”
Dalam kegiatan tersebut, tim Polinema berdiskusi langsung dengan Supardi—yang dikenal sebagai “Profesor 3R”. Serta pengelola TPS3R, Nugraha Wijayanto. Suasana diskusi berlangsung hangat, penuh tukar gagasan, sekaligus membuka jalan untuk pendampingan jangka panjang.
Fokus utama program ini adalah memperkuat manajemen aset konstruksi yang selama ini sering jadi tantangan di tingkat operasional. Selain itu, tim juga memberikan pelatihan terkait perawatan bangunan hingga pengenalan sistem manajemen konstruksi berbasis web.
Pendekatan digital ini diharapkan bisa memudahkan pengelola dalam melakukan pencatatan aset, pemantauan kondisi fasilitas, hingga pengambilan keputusan secara lebih cepat dan transparan.
“Pengelolaan aset yang baik bukan hanya soal pencatatan, tapi juga bagaimana memastikan aset tersebut tetap berfungsi dan bernilai dalam jangka panjang,” menjadi semangat yang diusung dalam kegiatan ini.
Penerapan Sistem Enterprise Resource Planning (ERP)
Lebih jauh, program ini juga diarahkan menuju penerapan sistem Enterprise Resource Planning (ERP). Dengan sistem ini, seluruh proses pengelolaan—mulai dari aset, operasional, hingga pelaporan—bisa terintegrasi dalam satu platform.
Langkah ini diharapkan mampu membawa pengelolaan TPS3R ke level yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Di tengah tantangan pengelolaan lingkungan dan infrastruktur, kolaborasi antara dunia kampus dan masyarakat seperti ini jadi angin segar. Bukan sekadar wacana, tapi aksi nyata yang berdampak langsung.
Ke depan, sinergi semacam ini diharapkan terus berlanjut, sehingga masyarakat semakin siap menghadapi tantangan. Dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi. (Ind/Aye/sg)

