Wali Kota Malang Buka Semar Tempo Doeloe 3: Jaga UMKM, Lestarikan Budaya

Gelaran Semar Tempo Doeloe 3 resmi balik lagi buat meramaikan Kampung Semar, Jalan Teluk Pelabuhan Ratu, Kelurahan Arjosari, Blimbing.
Gelaran Semar Tempo Doeloe 3 resmi balik lagi buat meramaikan Kampung Semar, Jalan Teluk Pelabuhan Ratu, Kelurahan Arjosari, Blimbing.

SUARAGONG.COM – Buat kamu yang bingung akhir pekan ini mau hunting ke mana, yuk merapat ke daerah Blimbing!. Gelaran Semar Tempo Doeloe (STD) Jilid 3 resmi balik lagi buat meramaikan Kampung Semar, Jalan Teluk Pelabuhan Ratu RT 06 RW 02, Kelurahan Arjosari.

Jaga UMKM, Lestarikan Budaya Lewat Semar Tempo Doeloe 3

Acara seru ini bakal menemani kamu dari Kamis kemarin sampai Minggu, 17 Mei 2026. Nggak cuma buat memperingati Hari Ulang Tahun Kampung Semar yang kedua, agenda ini juga jadi ajang pameran kuliner yang mbois pol!

Ini rincian keseruannya yang wajib kamu tahu, Lur:

Vibe ‘Lorong Waktu’ yang Estetik Parah

Mengusung tema “Lorong Waktu”, panitia sukses banget menyulap kampung ini jadi bernuansa jadul. Dari dekorasinya yang lawas sampai aktivitas budayanya bikin kita merasa balik ke zaman dulu. Ratusan warga RW 02 Arjosari kompak jualan macem-macem kuliner tradisional yang udah jarang ditemuin, plus tetep ada jajanan kekinian buat Gen Z.

Gerimis Gak Jadi Halangan!

Antusiasme warga Malang emang gak ada obatnya. Meskipun sempat turun rintik gerimis pas pembukaan, warga dan pengunjung tetep bejubel memadati kawasan Kampung Semar. Suasananya malah tambah hangat, syahdu, dan penuh kebersamaan!

Baca Juga : UMKM Mapan di Kota Malang Mulai Dipajaki 10 Persen, Ini Ketentuannya

Diapresiasi Langsung oleh Wali Kota Malang

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, datang langsung buat membuka acara ini. Beliau ngasih jempol buat konsistensi warga Arjosari dalam menggelar event budaya berbasis kampung.

Menurut Pak Wali, acara seperti ini gak cuma menjaga sejarah dan tradisi lokal biar gak dilupakan generasi muda, tapi juga ampuh buat memutar roda ekonomi warga. “Dari sisi ekonomi, kegiatan ini turut mendongkrak ekonomi warga. Di sinilah terbangun kerukunan,” tutur Wahyu Hidayat.

Event keren ini ternyata juga jadi bagian dari implementasi Dasa Bakti Unggulan Pemkot Malang lewat program Ngalam Laris. Tujuannya murni buat membantu UMKM tingkat kampung biar produk-produksinya tambah dikenal luas dan bisa naik kelas!

Ini lho yang namanya pahlawan ekonomi lokal! Kampung tematik kayak Kampung Semar ini membuktikan kalau Arek Malang itu kreatif dan gak lupa sama sejarahnya. Daripada malam minggu cuma ‘doomscrolling’ di kasur, mending ke sana, jajan jenang atau cenil buat nglarisi UMKM kota sendiri. Stay mbois dan tetep jaga budaya, Ngab! (Aye/sg)