Nilai Rupiah Terburuk: Anggota DPR Minta Bos BI Mundur

Nilai Rupiah Terburuk: Anggota DPR Minta Bos BI Mundur
Nilai Rupiah Terburuk: Anggota DPR Minta Bos BI Mundur

SUARAGONG.COMGuys, tensi di gedung DPR RI hari ini lagi panas-panasnya! Kabar mengejutkan datang dari rapat Komisi XI DPR pada Senin (18/5/2026). Anggota DPR dari Fraksi PAN, Primus Yustisio, secara terbuka meminta Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, untuk gentleman mundur dari jabatannya.

Rupiah Turun, Tensi Naik: Anggota DPR Minta Bos BI Mundur

Melansir dari Dari Rapat Kerja Komisi XI DPR RI Rapat Kerja Dengan Menteri Keuangan (YouTube Komisi XI DPR RI Channel) Alasannya? Nilai tukar rupiah hari ini resmi pecah rekor sebagai yang terlemah sepanjang sejarah Indonesia, setelah keok dan ambles menembus angka Rp17.610 per dolar AS! Menurut Primus, situasi ini udah bikin pasar kehilangan kepercayaan dan menggerus kredibilitas bank sentral kita.

Yuk, kita bedah kenapa situasi ini bisa sedramatis itu dan apa pemicunya:

Senggolan Panas di DPR: “Mundurlah Seperti Pejabat Jepang atau Korea”

Di hadapan Gubernur BI, Primus Yustisio menegaskan kalau meminta mundur itu bukan bentuk penghinaan, melainkan sebuah sikap ksatria yang terhormat.

“Pak Perry yang saya hormati, kadang kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan. Saya berikan contoh mungkin ini saatnya bapak mengundurkan diri… Anda akan dihormati seperti di Korea ataupun di Jepang. Kalau Anda tidak bisa menjalankan tugas Anda dengan baik seperti itu, tidak ada salahnya,” ujar Primus dalam rapat.

Gak sendirian, sejumlah anggota dewan lainnya juga ikutan menghujani BI dengan kritik tajam karena dinilai gagal menjinakkan rupiah yang terus-terusan loyo dalam beberapa bulan terakhir.

Kronologi Rupiah Ambyar ke Titik Terendah Sepanjang Sejarah

Pasar keuangan hari ini emang langsung dapet kejutan pahit setelah libur panjang pekan lalu. Isyarat red flag udah keliatan sejak pembukaan perdagangan:

  • Pembukaan: Rupiah langsung tergerus 0,6% ke posisi Rp17.570/US$.
  • Beberapa Saat Kemudian: Rupiah makin terjun bebas sebesar 0,83% ke level Rp17.610/US$!

Angka ini resmi jadi rekor nilai mata uang Garuda paling lemah sepanjang sejarah kita merdeka. Bahkan, rupiah sukses memimpin zona merah sebagai mata uang yang pelemahannya paling parah di kawasan Asia hari ini.

Kenapa Rupiah Bisa Babak Belur? Ini Dua Faktor Utamanya:

Para pelaku pasar modal lagi dilanda kecemasan massal karena kombinasi efek eksternal dan internal:

  • Faktor Luar Negeri (Sentimen Global): Harga minyak mentah dunia meroket gila-gilaan sampai US$111,24 per barel! Ini terjadi gara-gara tensi geopolitik memanas lagi setelah Presiden AS Donald Trump menekan Iran secara agresif untuk bikin kesepakatan baru. Karena harga minyak pakai dolar, mata uang Asia pun ikutan bertumbangan.
  • Faktor Dalam Negeri (Sentimen Domestik): Walaupun pertumbuhan ekonomi dilaporkan ada di level 5,61%, data pendukung lainnya justru bikin dahi berkerut. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan data penjualan ritel (IPR) kita belum menunjukkan pergerakan yang positif.

Ancaman “Tekanan Ganda” Buat Dompet Negara (APBN)

Yang paling ditakutin para investor saat ini adalah risiko jebolnya APBN kita. Dengan dolar yang melambung dan harga minyak dunia yang mahal, subsidi energi diproyeksikan bakal membengkak parah!

Di sisi lain, penerimaan negara belum cukup kuat buat menopang belanja pemerintah yang lagi agresif-agresifnya. Karena ketidakpastian yang makin pekat ini, para investor mulai panik dan meminta premi risiko yang lebih tinggi kalau mau berinvestasi di aset Indonesia. Efek domino berikutnya? Investor mulai cabut, dan rupiah kita makin tertekan. (Aye/sg)