SUARAGONG.COM – Guys, sebuah gebrakan megah di sektor medis baru saja dimulai di bumi Malang Raya! Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, menghadiri langsung prosesi groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan pabrik infus milik PT Suryavena Farma Indonesia yang berlokasi di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada Kamis (11/6) pagi kemarin.
Menariknya, mega proyek industri farmasi ini diinisiasi langsung oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk nyata untuk memperkuat kemandirian sektor kesehatan nasional, sekaligus membangun ekosistem bisnis kesehatan demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi umat.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh besar lho, mulai dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., hingga Direktur Utama BPJS Kesehatan.Yuk, kita bedah seberapa raksasa dan krusialnya proyek pabrik infus di Karangploso ini:
Luas Lahan 14 Hektare: Manfaatkan Kualitas Air Karangploso yang Melimpah
Pabrik ini gak main-main gedenya, guys. Berdiri di atas lahan seluas 14 hektare, pemilihan lokasi di Kecamatan Karangploso ini sudah melalui studi kelayakan yang sangat ketat.
Salah satu alasan utamanya adalah karena Karangploso memiliki ketersediaan dan kualitas sumber daya air yang luar biasa bagus, di mana air bersih merupakan komponen paling utama dalam memproduksi cairan infus. Proyek raksasa ini ditargetkan bisa mulai beroperasi penuh pada akhir tahun 2027 atau awal tahun 2028 mendatang.
Kurangi Ketergantungan Impor demi Ratusan RS & Klinik Muhammadiyah
Selama ini, pemenuhan kebutuhan dasar medis seperti cairan infus di Indonesia dinilai masih cukup bergantung pada pihak luar atau luar negeri. Padahal, Muhammadiyah sendiri saat ini memiliki jaringan kesehatan raksasa yang menggurita di seluruh Indonesia, yaitu:
- Mengelola sekitar 130 Rumah Sakit aktif.
- Membawahi lebih dari 300 Klinik kesehatan.
Dengan hadirnya PT Suryavena Farma Indonesia ini, Muhammadiyah ke depannya bisa memasok kebutuhan cairan infus ke seluruh jaringan rumah sakit dan kliniknya secara mandiri. Langkah ini tentu bakal bikin biaya layanan kesehatan jadi lebih berkualitas, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.
“Pembangunan pabrik infus ini merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk memperkuat kemandirian bangsa di bidang kesehatan melalui pengembangan industri yang berbasis pada kebutuhan masyarakat,” tegas Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir
Baca Juga : Kenapa Muhammadiyah Menetapin Awal Ramadan 18 Februari 2026?
Pemkab Malang Full Senyum: Dongkrak Investasi & Lapangan Kerja Baru
Kehadiran pabrik farmasi ini tentu disambut dengan karpet merah oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, mengapresiasi tinggi langkah Muhammadiyah dan memastikan investasi ini bakal membawa multiplier effect bagi warga lokal.
Beberapa keuntungan besar bagi Kabupaten Malang dengan adanya pabrik ini antara lain:Membuka lapangan kerja baru yang masif bagi masyarakat sekitar. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang industri farmasi.Memperkuat potensi dan daya saing kawasan industri di Kabupaten Malang.
Langkah PP Muhammadiyah ini patut diacungi jempol dua, guys! Muhammadiyah membuktikan kalau mereka gak cuma bergerak di bidang dakwah, sosial, dan pendidikan aja. Tapi juga berani tancap gas membangun kekuatan ekonomi produktif di bidang farmasi. Bagi kita warga Malang, kehadiran pabrik senilai miliaran ini jelas bikin bangga sekaligus menjadi angin segar buat roda perekonomian daerah. (aye/sg)










