Mengenal Program “Homecare” Jember yang Membawa Rumah Sakit ke Rumah Warga

Pemerintah Kabupaten Jember resmi meluncurkan program pelayanan medis Perawat dan Dokter Keluarga (Homecare) mulai Jumat (24/7/2026).
Pemerintah Kabupaten Jember resmi meluncurkan program pelayanan medis Perawat dan Dokter Keluarga (Homecare) mulai Jumat (24/7/2026).

SUARAGONG.COM Pemerintah Kabupaten Jember resmi meluncurkan program pelayanan medis Perawat dan Dokter Keluarga (Homecare) mulai Jumat (24/7/2026). Program inovasi kesehatan yang digagas oleh Bupati Jember, Gus Fawait, ini bertujuan untuk memberikan akses layanan kesehatan secara gratis dan langsung ke rumah-rumah warga kurang mampu yang kesulitan mendatangi fasilitas kesehatan.

Pemkab Jember Resmi Luncurkan Program “Homecare”: Dokter dan Perawat Kunjungi Langsung Rumah Warga

Kecamatan Sumberbaru—wilayah di ujung barat Kabupaten Jember yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang—dipilih sebagai lokasi peluncuran perdana (episentrum) program ini. Peresmian dipusatkan di Puskesmas Sumberbaru dan dijadwalkan turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember, M. Zamroni, menyampaikan bahwa program Homecare yang didanai penuh oleh APBD ini dirancang untuk menjangkau lapisan masyarakat berpenghasilan rendah dan berada di area terpencil.

“Program Homecare ini kami desain dengan hati untuk menyentuh masyarakat berpenghasilan rendah yang kesulitan mendatangi puskesmas. Melalui tim medis yang datang langsung ke rumah, Pemkab Jember hadir membantu kesembuhan mereka,” ujar Zamroni.

5 Kelompok Prioritas dan Sistem Pendaftaran Digital

Untuk memastikan program tepat sasaran, Pemkab Jember memetakan lima kelompok sasaran prioritas, meliputi:

  1. Penderita penyakit kronis menahun (stroke, komplikasi diabetes, kanker stadium lanjut).
  2. Balita terindikasi stunting atau gizi buruk.
  3. Ibu hamil risiko tinggi (risti) dan ibu pascamelahirkan risti.
  4. Penyandang disabilitas fisik maupun sensorik.
  5. Lansia sebatang kara yang membutuhkan perawatan paliatif.

Masyarakat yang membutuhkan layanan dapat mendaftar tanpa birokrasi rumit melalui dua jalur digital utama, yaitu kanal pengaduan Wadul Gus’e (aplikasi/web) atau nomor Hotline Homecare di masing-masing Puskesmas. Setiap laporan yang masuk akan melalui verifikasi data klinis, pencocokan data kemiskinan, hingga survei lapangan oleh tim puskesmas.

Baca Juga : RSD Balung Jember Gelar Vaksinasi Hepatitis untuk Tenaga Medis

Dukungan Layanan Medis Terpadu dan Telemedicine

Dalam setiap kunjungan rumah, tim medis yang diterjunkan terdiri dari perawat, bidan, ahli gizi, serta tenaga kefarmasian. Selain membawa peralatan medis portable dan obat-obatan gratis, tim juga dilengkapi teknologi telemedicine.

Teknologi ini memungkinkan petugas lapangan melakukan konsultasi klinis berbasis video secara real-time. Dengan dokter spesialis di RSUD Kabupaten Jember jika ditemukan kondisi medis yang memerlukan penanganan khusus. Petugas juga memberikan edukasi perawatan harian (caregiver) kepada keluarga pasien, serta menginput rekam medis pasien secara digital. Yang akan diinput ke Sistem Informasi Kesehatan (SIMKES) Jember untuk penjadwalan kunjungan berkala.

Bagi warga yang ingin mengakses layanan, persyaratan administrasi yang dibutuhkan meliputi fotokopi KTP pasien/penanggung jawab, fotokopi Kartu Keluarga (KK) Jember, nomor WhatsApp aktif. Serta rekam medis lama (jika ada). (Adv/Rio/aye)