SUARAGONG.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang secara resmi meluncurkan Logo Hari Jadi ke-1266 Kabupaten Malang Tahun 2026. Mengusung tema “Malang Makmur Berdaya Saing”. Acara launching yang dirangkaikan dengan penutupan kegiatan Gema Panji Budaya Malang Kuceswara ini berlangsung meriah di Galeri Dekranasda, Kompleks Satya Budaya.
Peringatan Hari Jadi ke-1266 Kabupaten Malang
Peringatan Hari Jadi ke-1266 Kabupaten Malang bukan sekadar perayaan tahunan semata. Melainkan sebuah momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan daerah dari tingkat paling dasar
- Pendorong Ekonomi Kreatif & Kesejahteraan Lokal: Menjadi batu loncatan bagi Pemkab Malang dalam menggenjot sektor ekonomi kreatif. Melalui partisipasi aktif para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), peringatan ini dirancang untuk menggerakkan roda perekonomian dari Malang, oleh Malang, dan untuk kemakmuran warga Malang itu sendiri.
- Mengekspos Pesona Wisata Asli Malang: Menjadi panggung utama untuk memperkenalkan dan mempromosikan seluruh potensi wisata alam, seni, serta budaya asli Kabupaten Malang guna menggaet wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
- Memperkuat Jati Diri & Identitas Daerah: Menjadi wadah refleksi sejarah dan pelestarian kebudayaan lokal seperti Topeng Malangan, sekaligus mempertegas identitas Malang sebagai daerah yang kaya akan potensi alam dan seni budaya.
- Menumbuhkan Daya Saing Daerah: Sejalan dengan tema “Malang Makmur Berdaya Saing”, momen ini menginspirasi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah. Untuk terus berinovasi dan bergerak maju di era modern.
Sinergi dan Efisiensi Anggaran
Ketua Panitia Peringatan Hari Jadi ke-1266 yang juga Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Malang, Dr. Yetty Nurhayati, menjelaskan bahwa peringatan tahun ini mengedepankan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kemeriahan dan makna acara.

“Dalam kondisi efisiensi, kita memaksimalkan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak. Kita tidak mengandalkan penuh APBD, melainkan bekerja sama dengan pelaku UMKM, perbankan, budayawan, seniman, hingga sektor perhotelan dan pariwisata,” ungkap Dr. Yetty Nurhayati saat sesi wawancara.
Ia menambahkan, seluruh Perangkat Daerah (PD) dan stakeholder di lingkungan Pemkab Malang terlibat aktif dan bekerja sama untuk menyukseskan rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung dari Juli hingga November 2026.
Momen perayaan ini berlangsung selama 2 hari, dengan beragam rangkaian acara, lomba dan kegiatan lainnya. Mulai dari pertunjukan, lomba melukis, menyanyi, penggelaran seni budaya lainnya. Serta hadir puluhan stan memadati area.
“Nanti untuk acaranya itu berlangsung 2 hari, mulai hari ini sampai dengan besok. kemudian tadi ada pertunjukan lomba melukis, menyanyi, kemudian juga besok ada beberapa pagelaran musik 2 hari.” Terangnya.
Makna Filosofis Logo ke-1266
Logo Hari Jadi ke-1266 memadukan visual modern dan simbol-simbol lokal yang memiliki makna mendalam:
- Visual Angka 1266: Digoreskan dengan gaya cat air diagonal yang melambangkan semangat modern, dinamis, inovatif, serta gerak maju yang terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
- Karakter Tebal & Membulat: Menggambarkan karakter masyarakat Kabupaten Malang yang ramah, optimistis, serta dekat dengan seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.
- Burung Cucak Ijo: Sebagai maskot resmi Kabupaten Malang yang mencerminkan keramahan dan keterbukaan daerah kepada siapa saja.
- Daun & Padi: Melambangkan kekayaan hayati, kelestarian lingkungan, ketahanan pangan, serta kemakmuran masyarakat.
- Siluet Obor: Simbol semangat, harapan, ilmu pengetahuan, dan inovasi yang tak pernah padam.
- Aksen Selendang Topeng Malangan & Gelombang Ombak: Menegaskan bahwa kekuatan seni budaya serta potensi bahari Pantai Selatan merupakan identitas utama daerah yang terus dikembangkan.

Baca Juga : Pemkab Malang Lahirkan Perda Perlindungan Disabilitas
Rangkaian Kegiatan (Juli – November 2026)
Perlu diketahui, Peringatan ini menjadi sebuah permulaan dari rangkaian acara kedepannya. Hari Jadi ke-1266 Kabupaten Malang diisi oleh minimal 18 rangkaian kegiatan terbagi menjadi dua kelompok, Kegiatan Inti dan Pendukung. Mulai dari Jayanti Singhasari, Kanjuruhan Karnival, dan berbagai lomba-lomba untuk siswa-siswi. Termasuk kegiatan penduduk yaitu Khutbah Al-Quran, Pagelaran sejarah hukum khutbur dan giat lainnya. Untuk puncak acara akan dilaksanakan di tanggal November ini.
Kegiatan Pendukung
- Gema Panji Budaya Malang Kuceswara: Lomba mewarnai, lomba menyanyi peserta didik, dan hiburan musik.
- Pagelaran Seni Tradisional: Wayang Topeng Malangan & Wayang Kulit Dalang Semalam Suntuk.
- Ketahanan Pangan & Lingkungan: Panen Ikan Sistem Bioflok dan Kocor.
- Festival & Karnaval: Festival Basa Rinjani serta Kanjuruhan Carnival.
- Olahraga & Pameran Produk: Fun Run dan pameran produk unggulan UMKM yang diikuti sekitar 150 stand.
Gerakan “Rohali”: Dukungan Nyata bagi Ekonomi Lokal
Dalam sambutannya, Pemkab Malang juga menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat secara langsung untuk mendukung perekonomian lokal melalui gerakan “Rohali” (Rombongan Harus Beli) saat mengunjungi galeri dan stand UMKM.
“Jangan hanya jadi ‘Rohana’ atau rombongan hanya nanya-nanya. Kita harapkan setiap kunjungan menjadi bentuk apresiasi nyata terhadap produk lokal, kerajinan, dan kuliner khas Kabupaten Malang,” imbaunya. (Aye/sg)










