Tekan AKI, AKB, Hingga Stunting, Dinkes Situbondo Dorong 20 Puskesmas Genjot Kinerja

Terus pantau kinerja dari Puskesmas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo menggelar Rakor Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat
Terus pantau kinerja dari Puskesmas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo menggelar Rakor Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat (Ale)

SUARAGONG.COM – Terus memantau kinerja dari Puskesmas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kesehatan Keluarga (Kesga) dan Gizi Masyarakat. Dilaksanakan di Lantai II Aula Kantor Pemkab Situbondo, Rabu (29/7/2026).

Evaluasi Capaian Semester I, Dinkes Situbondo Kumpulkan 20 Puskesmas Gelar Rakor Kesga dan Gizi

Kegiatan evaluasi tersebut menghadirkan jajaran dari 20 Puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Situbondo. Mulai dari Kepala Puskesmas hingga Programer Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat.

Kabid Kesmas Dinkes Situbondo, Kifayatul Khair, menjelaskan bahwa rakor ini digelar untuk mengevaluasi secara menyeluruh capaian kinerja Puskesmas pada semester pertama tahun 2026.

Melalui forum ini, Dinkes Situbondo memetakan Puskesmas mana saja yang belum memenuhi target untuk kemudian dicari akar masalah dan solusinya. Sementara bagi Puskesmas yang sudah sesuai jalur (on the track), diharapkan dapat mempertahankan kinerjanya hingga akhir tahun.

“Sebagian besar indikator kinerja utama dari Kepala Dinkes ada di bidang Kesmas, mulai dari upaya menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan prevalensi stunting,” ujar Kifayatul Khair, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga : DPRD Situbondo Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Dorong Pencapaian SPM Hingga 100 Persen

Kifayatul menegaskan bahwa penanganan isu kesehatan keluarga dan gizi masyarakat tidak dapat berjalan sendiri. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh Puskesmas untuk semakin gencar menjalin kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) di wilayah masing-masing.

“Dari hasil rakor ini, kami ingin dari 20 Puskesmas yang ada bisa meningkatkan kinerja program kesehatan keluarga dan gizi masyarakat dan perbanyak berkolaborasi dengan stakeholder terkait. Sehingga tujuan akhirnya Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Puskesmas bisa tercapai seratus persen,” pungkasnya. (Ale/aye)