SUARAGONG.COM – Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan lembaganya siap menerima aspirasi masyarakat, menyusul aksi demonstrasi (Demo) yang digelar di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026). Puan menegaskan, setiap bentuk partisipasi masyarakat yang ingin menyampaikan masukan maupun aspirasi akan diterima dengan baik oleh pihak DPR.
“Jadi partisipasi dari masyarakat jika ingin menyatakan masukannya, kemudian menyatakan aspirasinya, tentu saja akan kami terima di gedung DPR.” Kata Puan dalam keterangannya, Kamis.
Puan Maharani Tegaskan DPR Siap Terima Aspirasi Massa Demo, Imbau Unjuk Rasa Berjalan Tertib
Meski demikian, Puan mengimbau masyarakat yang menggelar aksi untuk tetap menjaga ketertiban selama proses penyampaian pendapat berlangsung.
“Jangan sampai (ada kericuhan), lebih baik kita menjaga ketertiban, kita menjaga semuanya berjalan dengan baik. Jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
DPR Klaim Rutin Terima Audiensi Setiap Hari
Puan menyebut DPR terbuka bagi kelompok masyarakat yang ingin bertemu langsung dan melakukan audiensi. Ia mengatakan, pimpinan DPR, pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), hingga pimpinan komisi secara bergantian menemui masyarakat yang mengajukan audiensi hampir setiap hari.
“Hari-hari ini kami pimpinan DPR, kemudian pimpinan AKD, pimpinan Komisi, bergantian untuk bisa bertemu dengan masyarakat yang memang ingin melakukan audiensi dengan kami,” jelas Puan.
Polisi Perkirakan 500 Massa Ikuti Aksi di Gedung DPR
Sementara itu, Polda Metro Jaya memperkirakan sekitar 500 orang akan mengikuti aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026). Yang terpusat di kawasan Gedung DPR RI, Jakarta. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan pihaknya baru menerima dua pemberitahuan resmi terkait rencana aksi tersebut.
“Kalau kita berbicara estimasi sejauh ini masih sekitar 500 massa aksi,” kata Budi kepada wartawan di Gedung DPR RI, Rabu (26/8/2026).
Budi menyebut angka tersebut berpotensi bertambah karena kepolisian masih menunggu pemberitahuan dari kelompok lain yang berencana menyampaikan aspirasi. Ia mengonfirmasi, dua kelompok yang telah mengajukan pemberitahuan adalah Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dan Aliansi Merah Putih.
Baca Juga : DPR Janji! RUU Perampasan Aset Dibahas Usai RUU KUHAP
Sejumlah Audiensi Telah Digelar DPR
Sehari sebelumnya, Rabu (26/8/2026), Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama Saan Mustopa menerima audiensi perwakilan guru honorer yang tergabung dalam Forum Advokasi Guru Non-ASN Sekolah Negeri (FAGRI). Pada hari yang sama, pimpinan DPR bersama Komisi VI juga menerima audiensi karyawan PT Pos Indonesia yang menuntut kepastian pembayaran gaji yang tertunda. Menyangkut sekitar 31 ribu karyawan dan 28 ribu pensiunan perusahaan tersebut.
DPR turut disebut masih menampung masukan masyarakat terkait pembahasan RUU Perampasan Aset. Sebelumnya, pimpinan DPR bersama alat kelengkapan dewan juga telah menerima audiensi Forum Komunikasi Rakyat Pati pada Senin (24/8/2026).
“Sampai saat ini kan Komisi III masih menerima masukan-masukan dan semuanya itu tentu saja akan kami lakukan sesuai dengan mekanismenya,” pungkas Puan. (Aye/sg)










