SUARAGONG.COM – Jika Raden Ajeng Kartini dikenal karena perjuangannya membuka akses pendidikan bagi perempuan, maka di era sekarang, semangat itu terus berkibar lewat sosok Maudy Ayunda. Maudy membuktikan bahwa popularitas hanyalah sebuah alat, sementara pendidikan dan karya adalah fondasi untuk membawa perubahan yang berkelanjutan.
Kartini Era Kini: Maudy Ayunda, Perempuan Menginspirasi Lewat Pendidikan, Dari Oxford hingga Stanford
Kecintaan Maudy pada ilmu pengetahuan bukan sekadar isapan jempol. Ia tercatat sebagai lulusan University of Oxford di jurusan Philosophy, Politics, and Economics (PPE) dengan predikat cum laude. Tak berhenti di situ, ia melanjutkan studi Joint Degree di Stanford University, meraih gelar M.B.A. dan M.A. sekaligus.
Pencapaian ini menjadikannya simbol bahwa perempuan modern harus haus akan ilmu dan berani bermimpi setinggi langit, tanpa melupakan akar budayanya.
Menebar Dampak Lewat Maudy Ayunda Foundation
Ilmu yang ia miliki tidak disimpan untuk diri sendiri. Melalui Maudy Ayunda Foundation, ia menyediakan program beasiswa dan mentorship bagi generasi muda. Maudy ingin menjadi sosok “kakak mentor” bagi mahasiswa yang sedang mencari arah karier dan hidup—sebuah fasilitas yang dulu ia harapkan ada saat ia masih menempuh studi.
Ia bahkan terjun langsung mengajar di sekolah dasar di Serang, Banten, bersama Teach First Indonesia, demi membantu mengatasi ketimpangan akses pendidikan di daerah.
Pebisnis yang Peduli Lingkungan & Komunitas
Gelar M.B.A-nya diaplikasikan secara nyata lewat lini skincare lokal, From This Island. Bukan sekadar bisnis kecantikan, jenama ini membawa misi besar:
- Pelestarian Alam: Mendukung reforestasi di Kalimantan dan Papua untuk menjaga tanaman lokal seperti illipe dan buah merah.
- Pemberdayaan Lokal: Melibatkan komunitas lokal dalam proses produksinya secara inklusif.
Baca Juga : Kartini Modern di Balik Vaksin Dunia: Journey Carina Joe
Kredibilitas Maudy diakui secara internasional. Mulai dari masuk daftar Forbes 30 Under 30 Asia, menjadi Juru Bicara Pemerintah untuk Presidensi G20, hingga menjadi pembicara di ASEAN Summit 2025. Maudy menunjukkan bahwa suara perempuan muda Indonesia sangat diperhitungkan di forum-forum strategis dunia. (Aye/sg)










